Tambang di Parigi Moutong Menelan Korban, AH : Pemerintah Harus Tegas

Tambang-di-Parigi-Moutong-Menelan-Korban-AH-Pemerintah-Harus-Tegas-himpun.id-
Abdul Hanap M.P,SH.,MH. (Foto : Ist)

HIMPUN.ID – Lokasi pertambangan yang diduga ilegal, di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, menelan korban jiwa, belum lama ini.

Atas musibah tersebut, Abdul Hanap M.P,SH.,MH, yang merupakan Advokat asal Parimo, meminta pemerintah setempat, harus lebih tegas terhadap pelaku ilegal mining.

“Jangan sampai terkesan ada pembiaran, atau hanya habis dalam pembahasan pada ruang-ruang rapat, atau rencana-rencana penindakan,” ketusnya.

Baca Juga : https://himpun.id/2021/02/18/kegiatan-pertambangan-tanpa-izin-ah-saya-laporkan-di-mabes-polri/

Hentikan Kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin

Dikatakannya, harus ada real action, untuk menghentikan kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

“Lembaga-lembaga Negara sudah lengkap, salah sendiri kalau tidak difungsikan secara profesional dan proporsional,” ungkap Hanap, melalui rilis resminya kepada himpun.id.

Ia mengungkapkan, terlepas dari persoalan longsornya material, pertambangan ilegal, juga berpotensi mengakibatkan banjir serta kerusakan lingkungan lainnya, sementara “setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.”

“Sebagaimana ketentuan Pasal 9 ayat (3) Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. Tidak ada jaminan bahwa pengelola tambang akan melakukan reklamasi, atau kegiatan pasca tambang untuk pemulihan kualitas lingkungan, serta pemulihan ekosistem,” terangnya.

Sehingganya kata Hanap, tidak ada alasan hukum untuk tidak menertibkan kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), di Kabupaten Parigi Moutong.

“Tolong jangan ditunda lagi, agar tidak ada korban selanjutnya,” pintanya.

Terakhir, ia mengucapkan turut berbelasungkawa, atas korban yang meninggal dunia di lokasi pertambangan yang ada di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong. (HP)

Advertisement