Mengintip “Surga” Tersembunyi di Alam Desa Bubode Gorut

Air terjun "Bondula Buawu" (Foto : Mohamad Yusrianto Panu)

HIMPUN.ID – Desa Bubode merupakan salah satu desa yang terletak di bagian utara Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara. Desa yang cukup dibilang terpencil ini, berjarak sekitar 10 kilo meter dari pusat Kabupaten Gorontalo Utara.

Desa Bubode mempunyai luas wilayah 1.975 ha persegi, dan didiami oleh 1.010 jiwa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani jagung dan padi, serta berdekatan dengan kawasan Hutan Tanam Industri (HTI).

Disamping menjadi salah satu desa yang menjadi penghasil jagung dan padi di Kabupaten Gorontalo Utara, Desa Bubode juga ternyata menyimpan kekayaan alam yang cukup menarik, dan menantang untuk dikunjungi, oleh mereka yang menyukai petualangan dan menjajaki keindahan alam.

Air Terjun “Bondula Buawu”

Betapa tidak, di desa ini terdapat sebuah tempat yang sangat menarik untuk dijadikan tempat wisata alam, yang disebut oleh masyarakat sekitar air terjun “Bondula Buawu”.

Tempat ini tidak terlalu jauh dari Kantor Desa Bubode, hanya berjarak sekitar 1 kilo meter saja, dengan menempuh jarak kurang lebih 500 Meter menggunakan sepeda motor, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter lagi, kita bisa sampai ke tempat itu.

Dinamakan “Bondula Buawu”, sebab di bawah air terjun Bondula Buawu ini, terdapat sebuah kolam yang berdiameter 2 meter dan berkedalaman sekitar 3 meter yang berbentuk seperti tempurung kelapa.

Arti Nama “Bondula”

Nama “Bondula” diambil dari bahasa daerah Gorontalo yang dalam bahasa Indonesia, berarti sungai yang dingin. Sementara “Buawu”, adalah bahasa daerah Gorontalo yang dalam bahasa Indonesia, berarti tempurung kelapa.

Jika kita berjalan menyusuri sekitar 25 meter dari tempat air terjun Bondula Buawu, kita akan menemukan sebuah terowongan air, yang berukuran lebar 2 Meter dan tinggi 3 Meter, serta memiliki panjang 20 meter, yang turut menambah keunikan pemandangan alam di tempat itu, untuk dijajaki dengan tinggi air sampai lutut.

Gua Kelelawar

Tidak hanya itu, tak jauh pula dari terowongan air itu, terdapat sebuah gua kelelawar, yang menurut cerita masyarakat sekitar gua tersebut dahulunya didiami oleh jutaan kelelawar, dan dijadikan oleh para leluhur di jaman dahulu, untuk bersemedi dan belajar ilmu kebatinan.

Sayangnya, seiring perkembangan zaman dan akibat dari perburuan liar kelelawar, kini jutaan kelelawar yang mendiami gua itu pun akhirnya punah, dan penghuni gua kelelawar itu kini berganti lagi dengan jutaan burung walet, yang saat ini mendiami gua tersebut.

Mirisnya lagi, harta yang yang terpendam di alam Desa Bubode ini, perlahan mulai rusak dengan segelintir orang yang dengan sengaja, menebang pepohonan yang berada di sekitar air terjun “Bondula Buawu” itu, untuk mengejar keuntungan pribadi.

Kepalala Desa Bubode, Ronal Adam (kanan kaus hitam)

Normalisasi Alam

Pemerintah Desa Bubode melalui Kepala Desanya, Ronal Adam, dari tahun 2020 telah merencanakan, akan menormalisasi kembali tempat nan elok dipandang mata itu.

Tempat yang dinamakan “Bondula Buawu” itu, rencananya akan dikembangkan menjadi salah satu icon destinasi wisata alam, yang dapat dinikmati dan dijaga keindahannya, dan tentunya diharapkan dapat berdampak ekonomi bagi masyarakatnya.

Dengan melakukan upaya ini, selain bermanfaat untuk melestarikan alam dan berdampak ekonomi di desa bubode, diharapkan pula dapat membuka lapangan kerja baru di desa itu.

Sehingga, dapat menunjang taraf hidup kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan prinsip yang dimiliki Kepala desanya, Ronal Adam, yakni membangun Kabupaten Gorontalo Utara dari Desa Bubode. (MYP/HP)

Advertisement