Keutamaan Perbuatan Baik di Bulan Ramadhan

Ilustrasi al-Qur'an
Keutamaan Perbuatan Baik di Bulan Ramadhan, Ilustrasi al-Qur'an Pixabay/Tayeb MEZAHDIA

HIMPUN.ID – Bagi orang-orang beriman, sebuah perbuatan baik diyakini pasti bernilai ibadah. Setiap perbuatan pasti akan mendapatkan balasan, baik dilakukan saat bulan Ramadahan maupun bulan lainya. Berikut keutamaan perbuatan baik di Bulan Ramdhan, yang dirangkum himpun.id dari berbagai sumber.

Di antara perbuatan-perbuatan baik tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sedekah

Keutamaan sedekah pada bulan Ramadhan adalah berdasarkan dalil-dalil berikut.
Sabda Rasulullah SAW. “Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 663).

“Barangsiapa yang memberi makanan untuk berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan, seperti pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, no. 21168; dan at-Tirmidzi, no. 807).

“Вarangsiapa yаng memberi mаkanan atau minuman untuk berbuka
puasa bagi orang yang berpuasa dari hartanya yang halal, maka
malaikat akan memanjatkan shalawat baginya selama beberapa saat
pada bulan Ramadhan, dan Malaikat Jibril akan memanjatkan shalawat baginya pada malam Qadar (Lailatul Qadar).” (Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mujam al-Kabir 2/261 dan Abu asy-Syaikh).

Rasulullah SAW. adalah orang yang paling dermawan, di antara
manusia dalam melakukan kebaikan, dan beliau lebih dermawan
lagi melakukan kebaikan tersebut pada bulan Ramadhan, di mana
Malaikat Jibril mendatanginya. Demikian seperti diriwayatkan
oleh al-Bukhari, no. 6.

2. Ibadah atau Shalat sunnah pada Malam Ramadhan (Qiya-mul Lail), berdasarkan dalil-dalil berikut:

Sabda Rasulullah SAW. “Barangsiapa yang melakukan qiyamul lail pada bulan Ramadhan, dengan penuh keimanan dan mengharap ganjaran Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Muttafaq ‘alaih; al-Bukhari, no.37; Muslim, no.760).

Rasulullah senantiasa menghidupkan malam-malam Ramadhan, dan jika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau membangunkan keluarganya, dan semua anak-anak, serta orang dewasa yang mampu melakukan shalat.

3. Membaca al-Qur`an al-Karim

Rasulullah SAW. memperbanyak membaca al-Qur`an al-Karim pada bulan Ramadhan
dan, Malaikat Jibril membacakan al-Qur`an kepada beliau pada bulan Ramadhan [Riwayat al-Bukhari].

Rasulullah SAW. membaca al-Qur`an di dalam shalat lebih lama
pada bulan Ramadhan, daripada bacaannya pada bulan-bulan yang
lain. Pada suatu malam, Hudzaifah melaksanakan shalat bersama
Rasulullah, dan beliau membaca surat al-Baqarah, kemudian
Ali Imran dan an-Nisa`. Setiap kali membaca ayat yang memberi
kan peringatan tentang sesuatu yang menakutkan, beliau berhenti
sejenak untuk berdoa. Tidaklah beliau melakukan shalat melainkan
dua rakaat sampai Bilal datang dan mengumandangkan adzan
untuk shalat, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih (Muslim,
no. 772). Rasulullah SAW. juga bersabda,

Advertisement

“Puasa dan al-Qur’an akan memberi syafa’at kepada seorang hamba
pada Hari Kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rabb, aku menahannya
dari makan dan minum pada siang hari. Dan al-Qur ‘an berkata
‘Wahai Rabb, aku menahannya dari tidur pada malam hari, maka
izinkan kami memberikan syafa’at kepadanya’.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, no. 6589 dan an-Nasa’i).

4. I’tikaf

I’tikaf yaitu menetap di Masjid untuk melakukan ibadah
sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah
selalu melakukan i’tikaf selama sepuluh hari terakhir dari bulan
Ramadhan sampai Allah SWT. memanggilnya sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih (Muslim, no. 1171). Rasulullah juga
bersabda,

“Masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertakwa, dan Allah
akan menjamin bagi orang yang menjadikan masjid sebagai rumah-
nya dengan memberinya kasih sayang, rahmat, dan keberhasilan
melewati titian menuju keridhaan Allah sampai ke surga.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, no. oleh at-Thabrani dalam al-Kabir, 6/254 dan al-Bazzar 6/506).

5. Umrah

Umrah yaitu melakukan ziarah ke Baitullah Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf dan sa’i pada bulan Ramadhan. Ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW. “Umrah pada bulan Ramadhan sama dengan haji bersamaku.” (Muttafaq ‘alaih; al-Bukhari, no. 1863; Muslim, no. 1256).

Rasulullah SAW. juga bersabda, “Umrah satu sampai dengan umrah yang berikutnya adalah penghapus dosa-dosa yang dilakukan di antara keduanya.” (Muttafaq ‘alaih; al-Bukhari, no. 1773; Muslim, no. 1349). (RI)