Politik Sentimen Primordial Akan Bendung Langkah Anas di 2024?

Politik Sentimen Primordial Akan Bendung Langkah Anas di 2024?

Oleh : Havid Gani
Tokoh Muda Boalemo

HIMPUN.ID – Belakangan ini, banyak figur yang diisukan akan bertarung dalam perhelatan politik di Boalemo tahun 2024 nanti, baik itu figur partai maupun non partai.

Walaupun waktunya masi terlalu lama, itu justru menambah bobot narasi, siapa yang layak atau tidak, untuk menjadi orang nomor 1 di Boalemo.

Makin kesini makin menarik dibahas bagi semua kalangan baik itu aktivis, akademisi, LSM maupun masyarakat pada umumnya.

Buktinya sering kita dengar perdebatan maupun bisikan-bisikan kecil, tentang pertanyaan siapa yang pantas untuk memimpin Boalemo di tahun 2024?

Banyak figur politik Bertebaran di Media Sosial

Bahkan dalam media sosial tidak sedikit kita temukan banyak figur politik, yang dipasangkan dengan figur lain, dengan balutan motto sementara.

Walaupun perdebatan maupun diskusi-diskusi kecil itu tak berhasil menyimpulkan siapa yang layak dan cocok untuk memimpin boalemo di tahun 2024 menurut versi mereka, tetapi semakin kesini makin banyak figur yang dimunculkan.

Kontribusi AJ, Sebagai wakil Bupati kemarin, tidak Begitu Terlihat oleh Publik

Tidak lagi menjadi rahasia, dan sudah menjadi konsumsi publik, bahwa setelah Bupati Darwis Moridu dinonaktifkan, kini wajah dan harapan Boalemo tergantung atas polesan tangan dan fikiran Plt. Anas Jusuf.

Dan ini akan menjadi tugas dan kerja berat bagi Anas Jusuf. Secara menurut saya, kontribusi Anas Jusuf sebagai wakil Bupati kemarin tidak begitu terlihat oleh publik.

Isu Primordial

Sebenarnya saya secara pribadi anti terhadap orang-orang maupun kelompok-kelompok yang menggemakan isu primordial.

Narasi putra asli daerah dan luar daerah, bendera ini dan bendera itu, jalur sana dan sini.

Pertimbangan antara wilayah barat dan wilayah timur masih sangat kental, begitu pula soal representatif soal tokoh mudah, dan kalangan milenial. Ini justru tidak sehat bagi demokrasi Daerah kita.

Perlu kita pahami bahwa politik sentimen primordial, akan selalu aktual dalam politik demokratik di daerah ini.

Walaupun banyak yang mengatakan bahwa isu primordial tidak laku lagi dalam jualan politik, dengan alasan pemilih di daerah semakin rasional. Tapi ini sangat berpengaruh atas jumlah masa yang menjadi pendukung.

Politik sentimen primordial akan selalu aktual dalam politik demokratik di daerah ini. Yakin dan percaya dalam kontestasi politik nanti, isu-isu primordial akan tetap dimainkan sebagian elite politik, dalam rangka menarik perhatian dan mobilisasi dukungan bagi kalangan tertentu.

Strategi Anas Jusuf akan Terkacaukan

Dan mau tidak mau, suka tidak suka isu ini akan mengacaukan strategi Anas Jusuf dalam perhelatan besar nanti di Boalemo. Secara arus primordial ke daerahan semakin menguat belakangan ini.

Karena sering terdengar dalam ruang publik banyak pertimbangan perihal putra asli daerah dan luar daerah, dalam kontestasi politik nanti.

Contohnya, “kalau masih ada di daerah orang yang kompoten, kenapa harus orang lain yang memimpim Boalemo?, lebih enak jika hari libur mobil DM 1 C itu, tetap diparkir di Boalemo bukan di daerah lain!”

Kalimat-kalimat seperti itu justru masuk akal bagi kaum-kaum yang menggemakan politik sentimen Primordial.

Agar tidak terus menerus terjebak dalam jurang (isu) yang lebih dalam, Anas Jusuf perlu stratak (strategi dan taktik) yang komprehensif dan holistik, bagi eksistensi dirinya pada masa mendatang (periode selanjutnya).

Untuk diketahui, tulisan ini muncul, ketika mata ini, menatap wajah berseri pimpinan Boalemo itu.

Catatan : Tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis

(Info: himpun.id menerima kontribusi tulisan dengan berbagai tema. Rubrik tulisan yang dapat di kirim yakni Opini, Resensi, Cerpen, dan Puisi)

Advertisement