Bukit Kasih Simbol Kerukunan Antar Umat Beragama di Sulut

Bukit Kasih Simbol Kerukunan Antar Umat Beragama Di Sulut

HIMPUN.ID – Destinasi Alam dan Budaya Bukit Kasih yang terdapat di Desa Kanonang 2, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa Induk, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), merupakan salah satu bukti keanekaragaman budaya dan toleransi antar umat beragama, di Provinsi Sulut.

Betapa tidak, di Bukit yang dikenal dengan keindahan alam dan udaranya yang dingin sejuk itu, terdapat enam bangunan rumah ibadah dari semua agama yang diakui di Indonesia. Mulai dari Agama Muslim, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu, dan terdapat pula sebuah tugu yang diberi nama Monumen Bukit Kasih.

Menariknya, seluruh rumah ibadah ini, tidak hanya menjadi bangunan yang sekedar dijadikan sebagai simbol semata, namun dimanfaatkan juga sebagai tempat beribadah oleh masyarakat sekitar, dan para wisatawan yang berkunjung untuk menikmati keindahan alam Bukit Kasih.

Sebenarnya, banyak yang perlu di eksplore dari keberadaan tempat itu. Namun media ini, baru berhasil mendapatkan sedikit ringkasan sejarah, hingga tempat nan indah dipandang mata itu, menjadi salah satu simbol kerukunan antar umat beragama di Provinsi Sulut.

Berikut adalah ringkasan cerita sejarahnya, yang berhasil dihimpun oleh media ini dari salah satu warga sekitar, yang juga merupakan pengurus tempat itu, belum lama ini.

Berawal dari Pecahnya Konflik di Ambon

Menurut salah satu warga sekitar, yang juga sebagai petugas yang mengurus Bukit Kasih, Fekky Pantow. Bukit Kasih menjadi simbol toleransi antar umat beragama di Sulawesi Utara, berawal dari pecahnya konflik antar umat beragama di Kota Ambon, tahun 2002 silam.

“Pada tahun 2002 saat pecah konflik antar agama di Ambon, banyak masyarakat Ambon pada waktu itu yang datang mengamankan diri ke sini. Kemudian atas peristiwa itu, ke lima agama yang dulu diakui di Indonesia, dengan diwakili oleh tokoh agama masing-masing, berkumpul bersama dengan masyarakat melaksanakan doa bersama,” tutur Fekky.

Deklarasi Tahun Kasih pada Tahun 2002 silam

Ia lanjut menceritakan, setelah kelima agama dengan dipimpin oleh tokoh agamanya masing-masing, yakni Muslim, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha melakukan doa bersama, mereka kemudian melakukan deklarasi bersama di Bukit Kasih, pada tahun 2002 silam, yang pada waktu itu diberi nama Deklarasi Tahun Kasih.

“Kemudian doa bersama itu dilanjutkan dengan Deklarasi Tahun Kasih di tempat ini, yang salah satu dari isi deklarasi itu, masyarakat Sulawesi Utara akan bersatu meskipun berbeda suku dan agama didalamnya, dan yang tidak menerima dengan kesepakatan itu, silahkan keluar dari tanah Sulawesi Utara,” Jelas Fekky.

Dr. A.J Sondakh Tokoh Penggagas Pembangunan 6 Rumah Ibadah dan Monumen Kasih di Bukit Kasih

Dikatakannya, Deklarasi itu digagas oleh beberapa orang yang menjadi perwakilan dari masing-masing tokoh agama, yang kemudian atas dasar itulah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang pada waktu itu, Dr. A.J Sondakh sebagai Gubernur, membangun lima rumah ibadah di tempat ini, sebagai simbol keanekaragaman budaya dan toleransi antar umat beragama di Sulut.

“Waktu itu Gubernur saat itu adalah Bapak A.J Sondakh, setelah Deklarasi Tahun Kasih itu, A.J Sondakh menggagas dibangunnya lima rumah ibadah ditempat ini, dan satu Monumen berupa tugu yang diberi nama Monumen Bukit Kasih, sebagai simbol kasih antar Umat Beragama di dunia, terpancarkan dari Bukit Kasih, Kota Tomohon,” kata Fekky.

Ia menambahkan, kemudian setelah Kong Hu Cu resmi menjadi agama yang di akui di Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulut membangun satu rumah ibadah lagi, yaitu rumah ibadah agama Kong Hu Cu, dan hingga sampai saat ini, sudah ada enam rumah ibadah yang terbangun kokoh di Bukit Kasih.

“Pada tahun 2003 dideklarasikan Tahun Kasih Tanpa Kekerasan, dan pada Tahun 2004 dibuat lagi Deklarasi Tahun Kasih dan Pengharapan. Di bukit kasih ini juga, terdapat wajah nenek moyang dari Suku Minahasa, yaitu Toar dan Limumut, yang terukir di atas batu Bukit Kasih. Di tempat ini juga, jasad Bapak A.J Sondakh dimakamkan, sebagai penggagas dari dibangunnya Monumen Kasih di Bukit Kasih, Tomohon,” Pungkasnya. (MYP/HP)

 

Advertisement