Bersama Panglima TNI, Rachmat Gobel Bahas Persoalan Kebangsaan

Bersama Panglima TNI, Rachmat Gobel Bahas Persoalan Kebangsaan
Panglima TNI Andika Perkasa (kiri), dan Wakil Ketua DPR-RI Rachmat Gobel (kanan). (foto: Istimewa)

HIMPUN.ID – Bersama Panglima TNI Andika Perkasa, Wakil Ketua DPR-RI Rachmat Gobel, membahas persoalan kebangsaan yang memang agak cukup mengemuka belakangan ini.

Hal itu terungkap saat kedua Tokoh tersebut bertemu di Rumah Jabatan Wakil Ketua DPR-RI, Denpasar 65 – Jakarta, Senin 3 Januari 2022.

Baca juga:Hamim Harap Kebun Organik Desa Bandungan Bisa Bantu Pengembangan Ekonomi

“Belakangan ini, kita kerap kali membaca berita yang mengindikasikan solidaritas kebangsaan masyarakat Indonesia sedang terancam,” ungkap Rachmat Gobel usai pertemuan itu.

Tambahnya, selain keberagaman suku bangsa, Indonesia juga diwarnai oleh beragamnya bahasa dan agama.

“Namun, dilain sisi, konflik antar etnis berbasis SARA dan sikap diskriminatif terhadap agama dan suku tertentu tidak lepas dari kondisi pluralitas Indonesia,” jelasnya.

Advertisement

Solidaritas Aspek Penting Menjawab Persoalan Kebangsaan

Menurut Gobel, solidaritas suku, agama dan ras adalah aspek yang penting menjawab persoalan kebangsaan.

“Apalagi, jika dikaitkan dengan posisi Indonesia yang secara geografis berada dalam ring of fire atau negara rawan bencana,” katanya.

Baca juga:Ganti Nasi dengan Jagung, Ini Manfaatnya

“Beragamnya suku, agama dan ras yang kita miliki sebetulnya adalah bagian dari kekayaan bangsa, dan Ini adalah tantangan dalam mengelola masalah kebangsaan kita,” jelas Gobel.

Dijelaskannya, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) paling tidak ada tiga bencana yang sering melanda Indonesia yaitu banjir, puting beliung dan tanah longsor.

Masalah Lain Dihadapi

Terakhir, Rachmat menuturkan, masalah kebangsaan yang dihadapi saat ini, juga meliputi masalah-masalah yang terkait dengan jaminan sosial, kebencanaan, pangan, energi, dan maritim yang menuntut perhatian seluruh elemen bangsa.

“Pembangunan sudah kita capai dengan target pertumbuhan ekonomi yang bagus, namun bagaimana pembangunan yang baik itu bisa merata, sehingga tidak meninggalkan kesan adanya kesenjangan dimasyarakat menjadi sangat penting pula untuk memperkuat solidaritas kita sebagai bangsa,” kata Gobel, dilansir himpun.id dari laman nasdemgorontalo.id.

Sumber: nasdemgorontalo.id

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini