30.5 C
Jakarta
Jumat, Juni 21, 2024

Buy now

Aktifitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak Lagi di Boalemo

HIMPUN.ID – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat jenis Excavator tampaknya mulai marak lagi di wilayah Kabupaten Boalemo.

Aktifitas alat berat tersebut beroperasi di dua titik yaitu Botuwanggudu dan Moliliulo kilometer 37, tepatnya di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo.

Hal itu dibenarkan oleh Halid Arifin saat dikonfirmasi usai melakukan UNRAS di Kantor Bupati Boalemo, Kamis 18 April 2024.

Halid Arifin mengatakan, ada 3 alat berat jenis eksavator yang sudah masuk ke lokasi untuk melakukan aktifitas pertambangan.

“Terinformasi di kami itu alat berat ada 3 yang sudah masuk kesana, dan kemarin juga masa-masa kampanye Pileg, saya sempat ke Desa Moliulo dan itu disampaikan oleh masyarakat, memang ada rencana untuk melakukan aktifitas pertambangan karena memang ada potensi emas di situ,” kata Halid Arifin.

Parahnya lagi, lanjut Halid, yang melakukan aktifitas pertambangan di wilayah tersebut itu dikuasai oleh pihak perusahaan.

“Sudah ada bos-bos yang punya dana membawa eksavator ke sana. Dan sudah ada aktifitas di sana,” bebernya.

Penjelasan Pemda Boalemo

Sementara itu Kepala Dinas PTSP Boalemo Romin Sahidi, menyampaikan, dengan adanya tambang ilegal di Wonosari, pihaknya sudah pernah turun melakukan pengecekan langsung beberapa bulan lalu.

Romin mengaku, bahwa dirinya hanya baru mendapatkan laporan tidak resmi dari masyarakat setempat.

“Menurut laporan meskipun laporannya tidak resmi hanya desas desus katanya pihak perusahaan yang menambang, dari sumber lain lagi katanya masyarakat yang menambang,” jelasnya.

Baca juga:Ini Jumlah Harta Kekayaan Hamim Pou Tersangka Kasus Korupsi Bansos

Lebih lanjut, Kadis Romin bersama Kabid pengawasan dan beberapa orang lainnya mendatangi pihak perusahaan mengkonfirmasi terkait aktifitas pertambangan tersebut.

“Dan setelah kami lihat ternyata foto-fotonya ada masyarakat yang menambang, memang dari penambang itu hanya dua orang,” kata Romin.

“Dan pada saat kami sudah klarifikasi saat itu juga sudah ditegur oleh pihak perusahaan,” tambahnya.

Di sisi lain, penjabat Bupati Boalemo Sherman Moridu meminta kepada kepala Desa Saritani untuk melakukan pendalaman lagi soal aktifitas tambang ilegal.

“Karena namanya tambang ilegal itu, tentu agak lari dari pemerintah, tentu mereka menghindar,” tandasnya.

Reporter: Abdurrahman Agunta