HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo berkomitmen melindungi Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal dari jeratan pinjaman online (pinjol) dan rentenir dengan memfasilitasi akses permodalan berbiaya murah tanpa agunan bagi para pengrajin Upiah Karanji (peci anyaman khas Gorontalo).
Langkah strategis tersebut ditegaskan Bupati Boalemo, Rum Pagau, saat membuka Pelatihan Upiah Karanji dalam rangka Peningkatan Kapasitas Pelaku IKM di Hotel Grand Amalia, Tilamuta, Rabu 14 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Boalemo Hartati Moha Pagau, Wakil Ketua TP-PKK Rina Sarkam Hambali, serta Kepala Dinas Kumperindag Kabupaten Boalemo Abdul Azis Djakatara.

Bupati Boalemo, Rum Pagau, menegaskan bahwa penguatan kapasitas produksi kerajinan tradisional harus dibarengi dengan skema pembiayaan usaha yang aman dan berkelanjutan.
Pihaknya bakal menggandeng perbankan BUMN dan BUMD, seperti BRI, Bank SulutGo, Mandiri, dan BNI, untuk menyalurkan pinjaman modal usaha khusus bagi kelompok pengrajin dengan porsi bunga di bawah 6 persen per tahun tanpa jaminan.
“Kegiatan ini jangan hanya sampai pada pelatihan pembuatan produknya yang berkualitas, tetapi juga berlanjut hingga akses permodalan sampai ke pemasaran,” tegas Rum Pagau.

Rum secara khusus mengingatkan para pelaku usaha mikro agar bersikap bijak dan membentengi diri dari godaan skema pinjaman ilegal maupun tengkulak uang yang membebankan suku bunga mencekik.
“Saya mengingatkan kepada para pengrajin agar dapat menghindari pinjaman online (pinjol) ataupun dari rentenir dengan bunga tinggi 10 hingga 20 persen per bulan yang sering kali menjerat dan menyulitkan masyarakat,” kata Rum Pagau.
Selain penguatan modal dan rantai pasok pemasaran, Rum mengapresiasi transformasi Upiah Karanji yang kini berkembang dari produk kerajinan sederhana menjadi komoditas industri bernilai ekonomi tinggi dengan standar kerapian, estetika, dan kenyamanan pemakaian yang semakin diminati pasar.(Adv)














