Example floating
Example floating
DAERAH

Perkuat Sinergi Bersama Dikes, Misnawaty Tegaskan Peran Strategis Madrasah dalam Program CKG

0
×

Perkuat Sinergi Bersama Dikes, Misnawaty Tegaskan Peran Strategis Madrasah dalam Program CKG

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Kemenag Kota Gorontalo, Misnawaty S. Nuna, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Teknis CKG Anak Sekolah di Hotel Yulia, Kota Gorontalo, Selasa 13 Oktober 2026 (Foto: Himpun.id/hms Kemenag Kota Gorontalo).

HIMPUN.ID – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo menegaskan bahwa indikator keberhasilan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah Tahun 2026 tidak boleh berhenti pada pemenuhan target jumlah siswa yang diperiksa, melainkan pada pemantauan dan tindakan medis lanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kota Gorontalo, Misnawaty S. Nuna, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Teknis CKG Anak Sekolah di Hotel Yulia, Kota Gorontalo, Selasa 13 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, dr. Anwar Pasaribu, serta dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo dan jajaran kepala puskesmas se-Kota Gorontalo.

Kepala Kantor Kemenag Kota Gorontalo, Misnawaty S. Nuna, menyampaikan, madrasah memegang peranan krusial dari hulu ke hilir, mulai dari pendataan awal, sosialisasi wali murid, hingga mengawal tindak lanjut rujukan medis jika ditemukan gangguan kesehatan pada peserta didik.

“Keberhasilan CKG tidak cukup diukur dari jumlah peserta didik yang menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan yang membutuhkan perhatian lanjutan juga harus dipantau agar peserta didik memperoleh penanganan sesuai kebutuhan,” ujar Misnawaty.

Misnawaty menekankan perlunya kolaborasi erat bersama Dinas Kesehatan dan pihak puskesmas dalam penanganan rujukan medis, sekaligus melibatkan orang tua siswa agar rekomendasi kesehatan dari petugas medis benar-benar ditindaklanjuti.

Selain penanganan medis, Misnawaty mengimbau seluruh jajaran madrasah untuk menjamin perlindungan kerahasiaan data rekam medis para siswa guna mencegah stigma maupun tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

“Madrasah perlu membatasi akses terhadap data kesehatan, menghindari pelabelan terhadap siswa, serta mendukung tindak lanjut pemeriksaan tanpa mengambil alih kewenangan tenaga kesehatan dalam menetapkan diagnosis atau pengobatan,” tegas Misnawaty.

Editor: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *