HIMPUN.ID – Lagi-lagi, Aparat Desa di Kabupaten Boalemo kembali gigit jari, akibat dari kebijakan Penjabat Bupati Boalemo Sherman Moridu, yang sampai hari ini belum memberikan perhatian serius terhadap pencairan gaji aparat desa.
Kejadian ini terus berulang sejak Penjabup Sherman Moridu mulai menjabat.
Penundaan pembayaran gaji aparat desa ini menuai kecaman dari salah satu bakal Calon Anggota DPRD Boalemo dari Partai PERINDO Daerah Pemilihan (Dapil) I, Nanang Syawal.
“Pemerintah daerah kita saat ini telah berubah menjadi sosok penghisap darah anak buahnya sendiri, mereka tidak memiliki kepedulian terhadap nasib (gaji) aparat desa. Ini sudah memasuki bulan ketiga, tapi juga belum dibayarkan,” kata Nanang.
Lebih ironis lagi, Penjabup Sherman menekankan, agar kedisiplinan dan etos kerja aparat desa ditingkatkan, tapi tidak dibarengi dengan pemenuhan hak aparat desa.
“PJ Bupati Boalemo harus segera mencairkan gaji aparat desa yang 3 bulan ini, minimal cairkan 2 bulan” cetusnya.
Sekretaris DPD PERINDO Boalemo ini juga mengatakan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan ke Kantor Desa di Kecamatan Botumoito dan Mananggu untuk melihat langsung kenyataan di Lapangan.
“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada pak Nanang Syawal yang selalu peduli dengan nasib kami sejak dulu dan tidak pernah berubah untuk terus memperjuangkannya,” ujar salah satu aparat desa yang enggan namanya disebutkan.
Tanggapan Kaban BKAD Boalemo
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Boalemo, Taufik Kumali mengatakan, pembayaran gaji aparat desa pada bulan ini hanya dibayarkan 1 bulan.
“Insya Allah bulan ini tetap kami akan bayarkan 1 bulan dan itu hanya bulan juli,” ungkap Taufik.
Dijelaskan Taufik, keterlambatan gaji aparat desa diakibatkan kondisi keuangan daerah yang tidak cukup.
“Aparat desa punya ini kan dicicil dengan kondisi keuangan daerah tidak cukup, jadi seperti bulan-bulan lalu itu, gaji aparat desa dibayarkan, TPP tidak dibayarkan, kalau TPP dibayarkan aparat desa tidak dibayarkan makanya agak terlambat,” pungkasnya.
Reporter: Abdurrahman Agunta














