HIMPUN.ID – Para pedagang yang tinggal disekitar pasar tradisional Tilamuta, mulai merasa resah dengan bau busuk yang muncul dari tumpukan sampah yang sudah berminggu-minggu tak kunjung dibuang.
Tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap itu, hanya diangkut di mobil begitu saja dan sampai saat ini belum juga dibuang.
Upik salah satu pedagang pasar mengatakan, sering kali sampah yang menumpuk karena, sampah tersebut akan dibuang hingga berminggu-minggu.
“Lama itu baru mereka buang, sampai 1 Minggu lebih, terus air sampah itu menetes ke bawah dari mobil, memang busuk sekali,” kata Upik saat diwawancarai di tempat jualan daging ayam, Rabu 26 Oktober 2022.
Baca juga:Wanita yang Bawa Senpi Hendak Terobos Istana Diperiksa Densus 88
Menurut Upik, sebelumnya, sampah yang ada di sekitaran pasar itu langsung dibuang dan tidak akan menumpuk.
“Yang pertama itu hanya dua-dua hari baru dibuang, karena masih terawat,” ujarnya.
Tak hanya itu, karena disudutkan dengan bau busuk, kini petak yang Upik tempati sudah jarang dibuka.
“Baunya itu menyengat sekali makanya saya jarang buka, tapi saya masih bayar 150 perbulan,” beber Upik.
Bau Busuk Berdampak Pada Kesehatan
Upik juga menjelaskan, dengan adanya tumpukan sampah yang sudah berminggu-minggu di mobil berdampak juga pada kesehatan anaknya.
“Dampaknya juga kesehatan anak saya, mencret-mencret sudah 4 hari,” jelas Upik.
Upik berharap, tumpukan sampah yang ada di mobil tersebut itu segera di buang.
“Kami disini hanya butuh perhatian, mungkin itu harapan saya,” harap Upik.

Klarifikasi Kepala Bidang Perdagangan
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Halim Iyabu mengatakan, mobil pengangkut sampah akan beroperasi sesuai jadwalnya.
“Saya kasih tau dulu ke pengelola, yang saya tau itu hari Minggu sore mereka akan muat dan hari Kamis, kan ada jadwalnya itu,” kata Halim saat dihubungi himpun.id melalui sambungan telepon, Rabu 26 Oktober 2022.
Dijelaskan Halim, yang menjadi persoalan pada mobil tersebut, anggaran untuk BBM tidak bisa dianggarkan lagi dalam APBD, sebab mobil tersebut sudah menjadi plat hitam.
“Persoalannya itu mobil sudah jadi plat hitam, jadi BBM tidak bisa dianggarkan, jelas Halim.
Halim mengatakan, saat ini pihaknya lagi berusaha mencarikan parkir untuk mobil pengangkut sampah.
“Cuma parkir lagi saya cari mau taru dimana, tidak boleh kan parkir di situ, soalnya berdekatan dengan petak-petak yang mereka tempati, makanya lagi cari dulu parkiran,” tutupnya.
Editor: Usman Anapia














