HIMPUN.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo terus memacu Inovasi “Layanan Nilai Syar’i” agar dapat ditingkatkan kualitasnya sebagai upaya dalam membidik predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026. Program unggulan yang mengintegrasikan nilai keagamaan dan profesionalisme birokrasi tersebut harus menjadi representasi nyata dari komitmen perubahan instansi di lapangan.
Peningkatan mutu layanan publik yang spesifik ini ditekankan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Gorontalo, Misnawaty S. Nuna, saat memimpin jalannya rapat internal institusi.
“Seluruh tim harus bergerak cepat dan solid. Kita harus siap menghadapi penilaian WBBM nanti dengan menunjukkan performa pelayanan publik yang bersih, akuntabel, dan prima,” tegas Misnawaty saat rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Zona Integritas (ZI) Triwulan I Tahun 2026 yang digelar di Ruang Media Center pada Selasa 19 Mei 2026.

Melalui forum evaluasi berkala ini, pemenuhan target kerja dan kesiapan data dukung tim dianalisis secara menyeluruh sebelum memasuki tahapan penilaian eksternal nasional.
Secara lebih luas, kebijakan ini mengikat seluruh jajaran aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag Kota Gorontalo, termasuk yang bertugas di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Gorontalo, guna memastikan keberlanjutan agenda Reformasi Birokrasi berjalan secara serentak dan konkret di semua lini.
Pelaksanaan rapat strategis ini dihadiri oleh segenap unsur pimpinan dan pelaksana di lingkungan instansi, yang meliputi jajaran Pejabat Eselon IV, para Kepala KUA, serta seluruh personil yang tergabung dalam keanggotaan Tim PZI Kantor Kemenag Kota Gorontalo.
Editor: Fadli Sukriani Melu














