HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo tengah memacu pelaksanaan proyek revitalisasi di kawasan Taman Limboto serta Menara Pakaya yang terletak di Kecamatan Limboto. Langkah percepatan ini dilakukan guna mentransformasi kawasan pusat kota tersebut menjadi destinasi wisata baru sekaligus ruang terbuka hijau yang lebih representatif bagi masyarakat.
Penataan ulang infrastruktur publik ini diproyeksikan selesai dalam waktu dekat agar dapat mendukung momentum daerah. Pemerintah daerah menetapkan target agar seluruh tahapan pekerjaan rampung secara menyeluruh paling lambat pada 10 Juni 2026, sehingga fasilitas penunjang kota ini sudah siap digunakan untuk menyambut kedatangan para delegasi dari berbagai penjuru tanah air saat pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII 2026.
Upaya pencapaian target tersebut ditandai dengan pengerahan satu unit ekskavator mini untuk membongkar struktur panggung di area taman pada Kamis 21 Mei 2026. Aktivitas pengerjaan fisik yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir ini dipantau secara langsung oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Tonny S. Junus, beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Di lokasi kegiatan, Bupati Sofyan menerangkan, pelaksanaan proyek penataan estetika kota tersebut dijadikan wisata yang dapat dikunjungi masyarakat.

“Pekerjaan sudah dimulai sejak dua minggu lalu. Kawasan ini nantinya akan menjadi destinasi wisata dan ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati masyarakat,” ungkap Bupati Sofyan Puhi.
Mengenai aspek pendanaan, skema pembiayaan pengerjaan ini murni bersumber dari alokasi non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Implementasi pembangunan berjalan melalui pola kemitraan strategis dan pemanfaatan aset bersama pihak swasta atau pihak ketiga.
“Anggarannya non-APBD. Ini merupakan bagian dari kerja sama revitalisasi kawasan menara yang sudah diteken beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Secara teknis, konsep arsitektur yang diimplementasikan pada proyek ini memadukan unsur tata ruang publik dengan sentuhan modernitas. Salah satu komponen infrastruktur utama yang dirancang untuk menarik perhatian pengunjung adalah pengadaan perangkat videotron berbentuk bundar yang akan dipasang tepat di area tengah taman.
Melalui integrasi konsep modern dan ketepatan waktu pengerjaan, pihak pemerintah daerah optimistis revitalisasi ini tidak sekadar sukses menyemarakkan agenda nasional PENAS KTNA, melainkan mampu memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi pembangunan daerah.
“Kita targetkan paling lambat 10 Juni pekerjaan sudah selesai, sehingga saat PENAS berlangsung kawasan ini sudah bisa digunakan,” tegas Bupati Sofyan.(Adv)
Reporter: Agung Nugraha
Editor: Fadli Sukriani Melu














