Example floating
Example floating
Pemda Gorontalo

Pendaftaran Siswa SD dan SMP di Kabgor Belum Sistem Online, Sri Kilan Ungkap Kendala di Lapangan

0
×

Pendaftaran Siswa SD dan SMP di Kabgor Belum Sistem Online, Sri Kilan Ungkap Kendala di Lapangan

Sebarkan artikel ini
Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pendidikan Dasar Kabupaten Gorontalo, Sri Kilan Pakaya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin 18 Mei 2026 (Foto: Himpun.id/Agung Nugraha).

HIMPUN.ID Pendaftaran siswa-siswi SD dan SMP di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) hingga saat ini masih dilaksanakan secara offline (tatap muka). Kebijakan ini belum beralih ke sistem digital meskipun regulasi dari pemerintah pusat telah menginstruksikan penerapan sistem online.

Berdasarkan aturan terbaru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang mewajibkan pelaksanaan secara online.

Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo sebenarnya telah menindaklanjuti regulasi tersebut. Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pendidikan Dasar, Sri Kilan Pakaya, mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan aturan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sudah ditandatangani oleh Bupati Gorontalo.

Namun, dalam realisasinya di lapangan, sistem digital tersebut belum bisa diterapkan secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Gorontalo.

“Untuk Sistem Penerimaan Murid Baru secara online, di Kabupaten Gorontalo untuk SD dengan SMP masih offline,” ungkap Sri Kilan Pakaya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin 18 Mei 2026.

Sri Kilan  menjelaskan, terdapat beberapa kendala mendasar yang membuat penerapan sistem online belum bisa dipaksakan dalam waktu dekat. Kendala tersebut meliputi kedekatan akses teknologi hingga kesiapan anggaran daerah.

“Kemudian juga, ada sekolah yang di daerah terpencil, yang jauh terjangkau dengan jaringan internet, termasuk juga keterbatasan anggaran untuk melakukan terobosan untuk masuk ke pendaftaran siswa baru secara online,” jelasnya.

Selain faktor infrastruktur dan anggaran, kondisi demografis serta sebaran jumlah peserta didik yang sangat banyak di wilayah tersebut juga menjadi tantangan tersendikan bagi pihak dinas.

“Sementara itu, kendala yang kami hadapi yaitu, banyaknya siswa-siswi yang begitu banyak berjumlah 413, untuk SD berjumlah 285, dan untuk SMP berjumlah 128,” tambahnya.

Meski masih menerapkan sistem manual, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo tidak tinggal diam. Langkah awal berupa edukasi dan pengenalan sistem digital telah mulai dijalankan ke sekolah-sekolah sebagai bentuk persiapan jangka panjang.

Sri Kilan juga menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di setiap sekolah untuk pendaftaran siswa-siswi baru secara online.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menyelesaikan kendala ini agar pemenuhan regulasi nasional bisa segera terwujud pada musim penerimaan siswa baru di periode berikutnya.

“Insyaallah tahun depan kita akan anggarkan, agar bisa menerapkan pendaftaran secara online,” pungkasnya.(Adv)

Reporter: Agung Nugraha
Editor: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *