HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara memastikan penyaluran bantuan benih padi untuk lahan seluas 1.382 hektare akan segera dilaksanakan. Program ini merupakan langkah strategis daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui distribusi yang transparan dan akuntabel.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu menegaskan, bantuan ini harus tersalurkan tepat waktu mengingat para petani saat ini tengah memasuki musim tanam. Orang nomor satu di Pemda Gorut itu meminta pengawasan ketat dari dinas teknis agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang berhak tanpa adanya penyimpangan.
“Bantuan ini harus tepat sasaran agar mampu mendukung peningkatan produksi pangan. Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, serta Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Ketua DPRD Provinsi, Thomas Mopili, atas dukungan penuh terhadap usulan bantuan ini,” ujar Thariq, Kamis 14 Mei 2026
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Gorontalo Utara, Asrin Menu menjelaskan, distribusi benih dijadwalkan mulai berlangsung pada Jumat, 15 Mei 2026. Penyaluran di lapangan akan didampingi langsung oleh penyuluh pertanian serta aparat TNI melalui Babinsa guna menjamin ketertiban proses distribusi di tiap wilayah.
Secara teknis, penetapan penerima bantuan tahun ini dilakukan melalui sistem verifikasi berlapis. Validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) calon penerima wajib terintegrasi dengan data Dukcapil dan terekam dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) yang berbasis lahan geospasial (polygon).
Tahapan verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) juga dilakukan secara ketat oleh penyuluh lapangan sebelum akhirnya diusulkan ke tingkat provinsi untuk mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian RI.
Bantuan benih ini juga menjadi pilar pendukung program unggulan daerah yakni Gerakan Agro Mopulo Padi, Jagung, dan Buah (GAM PJB) yang diinisiasi oleh Pemerintah Thariq-Nurjanah.
Menghadapi musim tanam April-September (ASEP), pemerintah melakukan penyesuaian khusus terhadap jenis varietas benih yang dibagikan. Langkah ini diambil sebagai respons atas peringatan BMKG terkait potensi El Nino yang menyebabkan curah hujan terbatas.
Varietas yang dipilih merupakan benih yang memiliki daya tahan lebih kuat terhadap kondisi kekurangan air dan masa panen yang lebih singkat. Hal ini diharapkan dapat menjaga produktivitas lahan petani Gorontalo Utara tetap stabil meski di tengah tantangan cuaca ekstrem.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu














