HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menegaskan, Program Gerakan 2 Ekor Kambing dan 10 Ekor Ayam (G2-10 Plus) tetap berjalan secara konsisten sebagai salah satu program prioritas yang tertuang dalam RPJMD. Program ini merupakan komitmen jangka panjang pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat peternak secara berkelanjutan selama lima tahun ke depan.
Merespons sorotan publik terkait kondisi Mini Ranch di Kecamatan Tomilito, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo Utara, Rusli G. Akase menyatakan, dinamika tersebut merupakan bagian dari tantangan pilot project. Hal ini justru menjadi bahan evaluasi berharga untuk menyempurnakan tata kelola manajemen dan teknis budidaya ternak di lapangan.

Saat ini, program telah memasuki tahapan akhir verifikasi lapangan bagi Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) berdasarkan data DTKS dari Dinas Sosial. Penyaluran bantuan ternak sapi, kambing, dan ayam direncanakan akan dilakukan pada bulan Agustus mendatang dengan seleksi yang lebih ketat, mengutamakan kelompok ternak yang memiliki kapasitas manajerial terukur dan siap bermitra dengan BUMDesma.
Keberhasilan program ini sebenarnya sudah mulai terlihat di beberapa wilayah lain. Di Kecamatan Tolinggula dan Biau (komoditas ayam petelur) serta Kecamatan Gentuma (ternak kambing), hasil produksi masyarakat melalui dana ketahanan pangan 20% kini telah mampu menyuplai kebutuhan telur dan daging ayam untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG, yang selama ini banyak didatangkan dari luar daerah.

Terkait kendala kesehatan ternak di Tomilito, tim teknis Kesehatan Hewan (Keswan) telah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pemeriksaan menyeluruh. Fokus utama ke depan adalah penguatan aspek biosecurity melalui pelatihan dan pendampingan teknis kepada pengelola kandang untuk mencegah wabah penyakit seperti diare dan serangan virus unggas.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari aparat desa hingga akademisi, untuk terus bersinergi dan memberikan masukan konstruktif. Dukungan serta pengawalan dari media massa juga dinilai sebagai bagian penting dari sistem akuntabilitas guna memastikan program G2-10 Plus mencapai tujuannya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu














