Example floating
Example floating
Pemda Bone Bolango

Evaluasi Program PKG, Sekda Iwan Mustapa Minta Pemeriksaan Kesehatan Siswa Dioptimalkan

0
×

Evaluasi Program PKG, Sekda Iwan Mustapa Minta Pemeriksaan Kesehatan Siswa Dioptimalkan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustafa saat membuka langsung kegiatan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis, Jumat 3 Juli 2026 (Foto: Himpun.id/hms Pemda).

HIMPUN.ID Pemerintah Kabupaten Bone Bolango memperkuat sinergi lintas sektor guna menyukseskan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai salah satu program prioritas nasional (quick wins) Presiden.

Langkah ini dievaluasi dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 4 Juli 2026, di salah satu hotel di Kota Gorontalo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustafa, membuka langsung kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya peningkatan mutu pelayanan dari seluruh tenaga kesehatan.

Program PKG ini diorientasikan pada upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini, guna mengubah kebiasaan masyarakat yang cenderung baru datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami sakit.

“Program PKG merupakan salah satu indikator kinerja pemerintah daerah. Keberhasilan pelaksanaannya akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat terhadap kepala daerah,” ungkap Iwan Mustafa saat diwawancarai, Jumat 3 Juli 2026.

Guna mencapai target, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan satuan pendidikan diminta mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik pada tahun ajaran baru.

Evaluasi ini juga memetakan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan bahan habis pakai (BHP), perbaikan sarana prasarana, serta kewajiban iuran BPJS Kesehatan sekitar Rp3 miliar yang akan diupayakan melalui pembahasan APBD Perubahan.

Kendala teknis seperti gangguan aplikasi pelaporan dan sinkronisasi data kependudukan juga terus dikoordinasikan penanganannya.

“Keberhasilan Program PKG tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Puskesmas perlu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, camat, kepala dusun, serta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan edukasi, advokasi, dan membangun kesadaran masyarakat agar memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis,” pinta Sekda Iwan Mustapa.

Pemerintah daerah menggarisbawahi bahwa hambatan terbesar juga datang dari stigma masyarakat yang takut akan diagnosis penyakit berat.

“Karena itu, sosialisasi secara berkelanjutan itu penting agar masyarakat memahami bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan langkah pencegahan sehingga penyakit dapat diketahui dan ditangani sejak dini,” tegas Iwan Mustapa.(Adv)

Editor: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *