HIMPUN.ID – Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan batin dan semangat persaudaraan menyusul adanya potensi perbedaan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Hal ini disampaikan Irwan saat menghadiri tradisi “Motonggeyamo” yang dilaksanakan Pemerintah Kota Gorontalo di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa 17 Februari 2026, menunggu keputusan resmi penetapan awal Ramadan.
Usai adanya penetapan awal Ramadan yang diumumkan Kementerian Agama jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 melalui pemantauan hilal di 96 titik. Irwan menegaskan, perbedaan pandangan di tengah masyarakat adalah sebuah rahmat.
Politisi Partai Golkar itu meminta warga untuk tidak menjadikan perbedaan metodologi penetapan awal bulan suci sebagai bahan perdebatan yang memecah belah.
“Kalau ada yang sudah memulai lebih awal, misalnya pada hari Rabu, itu adalah rahmat. Tidak perlu dipertentangkan. Sebagai masyarakat yang taat pada aturan negara, kita mengikuti keputusan pemerintah,” tutur Irwan.
Sebagai warga negara, Irwan mengajak masyarakat untuk tetap merujuk pada keputusan resmi pemerintah dalam agenda kenegaraan dan kemasyarakatan.
Irwan menekankan, esensi Ramadan adalah ruang refleksi dan perbaikan diri, bukan sekadar perdebatan teknis penentuan tanggal.
Irwan juga berharap, momentum bulan suci ini diawali dengan hati yang bersih, jauh dari pertentangan, serta fokus pada peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
Di akhir penyampaiannya, Irwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdoa agar diberikan keberkahan, kesehatan, dan perlindungan dari segala bala selama menjalankan ibadah sebulan penuh.
Dukungan moral ini diharapkan mampu menciptakan suasana kota yang kondusif, khusyuk, dan penuh kedamaian.(Adv)















