HIMPUN.ID – Semarak Tumbilotohe atau malam pasang lampu di Kabupaten Gorontalo, diharapkan berjalan lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Harapan ini, disampaikan secara langsung oleh Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kesra dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Mustafa Z. Harun di Ruang Kerja.
Mustafa Z. Harun menyatakan, pemerintah daerah memberikan ruang kreativitas seluas-luasnya bagi pemerintah kecamatan dan masyarakat. Salah satu poin penting yang ditegaskan adalah mengenai sarana penerangan yang digunakan.
Mengingat kondisi saat ini di mana bahan bakar minyak tanah sulit didapatkan, pemerintah tidak membatasi masyarakat untuk menggunakan inovasi lain, termasuk lampu listrik atau LED, selama esensi tradisinya tetap terjaga.
“Zaman dulu kita menggunakan minyak tanah. Karena sekarang sudah susah mendapatkannya, menggunakan lampu listrik pun tidak ada masalah. Tidak ada pelarangan dari Pemerintah Daerah untuk menggunakan lampu tradisional maupun modern,” jelas Mustafa saat diwawancarai, Rabu 25 Februari 2026.
Menurut Mustafa, inti dari momentum ini bukanlah pada jenis alatnya, melainkan pada semangat melestarikan warisan leluhur di tanah Gorontalo.
Secara umum, Tumbilotohe merupakan identitas budaya Gorontalo yang diselenggarakan di penghujung bulan suci Ramadan. Tradisi ini bukan sekadar seremoni visual, melainkan simbol suka cita masyarakat dalam menyambut malam Lailatul Qadar.
Dengan adanya kebebasan penggunaan jenis lampu dalam Semarak Tumbilotohe, Pemkab Gorontalo berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat semakin solid dalam menjaga kekayaan budaya lokal agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.(Adv)
Reporter: Agung Nugraha
Editor: Fadli Sukriani Melu














