Example floating
Example floating
Pemda Bone Bolango

Kepsek Apresiasi Langkah Protektif Nyata, Ratusan Siswa SMPN 1 Botupingge Diedukasi Tolak Pernikahan Dini

0
×

Kepsek Apresiasi Langkah Protektif Nyata, Ratusan Siswa SMPN 1 Botupingge Diedukasi Tolak Pernikahan Dini

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini yang berperspektif HAM di Ruang Kesenian sekolah setempat pada, Rabu 10 Juni 2026 (Foto: Himpun.id/hsm Pemda Bonbol).

HIMPUN.IDRatusan siswa-siswi kelas 7, 8, dan 9 di SMP Negeri 1 Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, mendapatkan edukasi khusus mengenai bahaya pernikahan anak di bawah umur pada Rabu 10 Juni 2026. Melalui Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini yang berperspektif HAM di Ruang Kesenian sekolah setempat, para pelajar didorong untuk berani menolak pernikahan dini demi menyelamatkan masa depan dan mencegah putus sekolah.

Pihak penegak hukum memaparkan realita sosiologis dan medis di mana ketidaksiapan fisik serta mental memicu tingginya angka perceraian dan kasus stunting pada anak yang dilahirkan.

“Secara medis, perempuan di bawah 19 tahun itu rahimnya belum kuat. Itulah mengapa banyak anak melahirkan bayi stunting, kurus, atau kepalanya besar. Secara mental, anak usia SMP fisiknya belum siap. Laki-laki masih sibuk main Mobile Legends atau Free Fire, sedangkan perempuan yang paling tersiksa menanggung beban kehamilan dan domestik,” ungkap Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Suwawa, Hendri Bernando.

Analis HAM Muda Wilker KemenHAM Gorontalo, Nouval Mohamad menambahkan, pernikahan di usia anak merupakan bentuk pelanggaran hak asasi yang merampas kesempatan tumbuh kembang mereka.

“Kalian masih umur 14 tahun, perjalanan masih sangat panjang. Jangan rusak masa depan kalian. Sebagai pelajar, bentengi diri dengan rajin belajar, jaga pergaulan positif, ikuti OSIS atau kegiatan sekolah, dan yang terpenting. Berani berkata tidak pada hal yang merugikan masa depan,” tegas Nouval saat memaparkan materi bertajuk “Melindungi Hak Anak untuk Meraih Masa Depan yang Lebih Baik”.

Kepala SMP Negeri 1 Botupingge, Susanti Uno, menyambut baik dan mengapresiasi tinggi inisiatif tersebut sebagai langkah proteksi nyata bagi anak didiknya di lingkungan sekolah.

“Hari ini kita kedatangan tamu yang akan memberikan pemahaman luar biasa tentang pencegahan pernikahan dini. Ibu berharap kegiatan ini diikuti dengan baik sampai selesai. Tolong tunjukkan atensinya, jaga tata tertib, dengarkan dulu baru nanti berikan respons atau pertanyaan,” ujar Susanti.

Secara makro, kegiatan interaktif ini merupakan bagian dari langkah progresif dan kolaborasi strategis antara Pengadilan Agama (PA) Suwawa dengan Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Gorontalo.

Sinergi lintas instansi ini digalakkan secara meluas untuk menekan angka permohonan dispensasi nikah, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta memutus rantai kemiskinan antar-generasi di seluruh wilayah Kabupaten Bone Bolango.(Adv)

Editor: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *