Example floating
Example floating
Pemda Gorontalo Utara

Pantang Menyerah Meski Tanpa Anggaran Khusus, Thariq Akan Tata Pasar Moluo Lewat Gotong Royong

0
×

Pantang Menyerah Meski Tanpa Anggaran Khusus, Thariq Akan Tata Pasar Moluo Lewat Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu saat melakukan pengecekan secara langsung Pasar Moluo sebagai tempat aktivitas ekonomi masyarakat, Minggu 1 Maret 2026 (Foto: Himpun.id/Hms Kominfo Gorut).

HIMPUN.ID Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menunjukkan dedikasi tanpa batas untuk membangun ekonomi kerakyatan. Buktinya, orang nomor satu di Bumi “Gerbang Emas” ini bertekad menata kembali Pasar Jajan Moluo di Kecamatan Kwandang, meski program tersebut tidak teralokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Langkah progresif ini terlihat saat Bupati Thariq turun langsung mengecek kondisi pasar yang menjadi urat nadi perdagangan masyarakat setempat pada Minggu, 1 Maret 2026. Didampingi pemerintah desa setempat, Thariq menegaskan, keterbatasan dana tidak boleh menjadi penghalang untuk memperindah aset daerah dan meningkatkan pendapatan ekonomi warga.

 

 

“Saya sengaja mengajak Kepala Desa untuk melihat aset daerah ini, sehingga saya ingin akan melakukan penataan segera pasar jajan Moluo sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Sehingga, disamping yang sudah sementara kita tata, baik itu Molingkapoto, kemudian Pontolo, maka Moluo pun akan segera kita tata,” ujar Thariq dengan nada optimis.

Menyadari pentingnya Pasar Moluo sebagai saksi sejarah atau “Kota Lama” di Kwandang, Thariq berencana melakukan peremajaan fisik mulai dari pengecatan ulang hingga pemasangan lampu hias guna mempercantik estetika pasar.

 

Namun, yang paling menggugah adalah prinsip “jalan terus” yang ia usung. Thariq menyatakan siap mengerahkan sistem gotong royong demi mewujudkan wajah baru Pasar Moluo, mencontoh keberhasilan penataan di wilayah Molingkapoto sebelumnya.

“Untuk perbaikan pasar jajan ini, tidak ada anggaran secara khusus di OPD yang direncanakan oleh dinas. Tetapi, saya bertekad dengan sistem gotong royong seperti juga yang ada di Molingkapoto, tanpa APBD, kita insya Allah bisa melakukan perbaikan dan memperindah kondisi,” tegas Thariq.

Visi besar Thariq adalah menciptakan pemerataan pusat keramaian di Gorontalo Utara. Menurut Bupati yang dikenal cerdas itu, aktivitas ekonomi tidak hanya menumpuk di satu titik, sementara potensi Pasar Moluo yang padat pemukiman dibiarkan redup.

“Harapan saya, nanti juga bisa terurai, supaya tidak menumpuk semua di Molingkapoto. Bahkan area tempat jualan yang sama pun itu akan berkembang di pasar jajan Moluo, kalau ini kita kembangkan,” tuturnya.

Di akhir peninjauannya, Thariq menyampaikan pesan menyentuh tentang pengabdian. Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam gerakan swadaya ini, membuktikan seorang pemimpin harus berani mengambil inisiatif di saat sistem formal mengalami kendala finansial.

“Mohon dukungan semua pihak. Kita akan segera melakukan perbaikan-perbaikan, kebersihan, pengecetan, pemasangan lampu. Dan sekarang lagi ini tidak ada APBD untuk itu, tapi kita akan pikirkan secara langsung melalui sistem gotong royong dan saya akan memulai itu dari diri saya pribadi,” tambahnya.

Semangat ini Thariq rangkum dalam sebuah misi besar untuk membuat daerah yang dipimpinnya tetap bercahaya di tengah tantangan apa pun.

“InsyaAllah, walaupun hanya ini yang bisa kita lakukan untuk sementara, tetapi kita ingin secara bertahap Gorontalo Utara terus bercahaya. Moluo juga harus bercahaya,” pungkasnya.(Adv)

Editor: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *