HIMPUN.ID – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menegaskan, seluruh Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kabupaten Gorontalo diwajibkan mengikuti orientasi kepalangmerahan sebagai salah satu prasyarat jabatan.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sofyan, yang juga bertindak sebagai Pelindung Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gorontalo, usai membuka secara resmi kegiatan orientasi kepalangmerahan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Selasa 21 Juli 2026.
Menurut Sofyan, kewajiban ini diterapkan karena setiap sekolah memiliki pangkalan Palang Merah Remaja (PMR) yang menjadi basis pengenalan dan penerapan kegiatan kepalangmerahan sejak dini.
“Kegiatan ini wajib diikuti. Di sekolah itu ada pangkalan Palang Merah Remaja. Bagaimana semua kegiatan PMI bisa dilaksanakan di pangkalan masing-masing sementara kepala sekolahnya belum ikut orientasi?” tega
Orang nomor satu di Pemda Kabgor itu menambahkan, orientasi ini sangat krusial dalam memberikan pemahaman komprehensif kepada para kepala sekolah a mereka dapat secara aktif membina dan mendukung program-program PMI di lingkungan pendidikan masing-masing.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira dalam kesempatan yang sama memaparkan, orientasi ini akan berlangsung selama tiga hari. Selain pemaparan materi, agenda juga akan diisi dengan rapat internal pengurus PMI untuk merespons berbagai aspirasi masyarakat.
Salah satu fokus utama yang disoroti adalah mendesaknya kebutuhan akan Unit Transfusi Darah (UTD) di Kabupaten Gorontalo.
“Kalau mau jujur, di Kabupaten Gorontalo kantor PMI sudah sangat besar, akan tetapi kita tidak memiliki UTD. Insyaallah kita akan cari waktu ke PMI pusat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut. Karena, ketika ada ibu hamil yang akan melahirkan, sangat membutuhkan 4 sampai dengan 5 kantong darah,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, merincikan kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah di jenjang pendidikan dasar dan menengah se-Kabupaten Gorontalo.
“Untuk Kepala Sekolah SD berjumlah 282 sekolah, dan Kepala Sekolah SMP berjumlah 76 sekolah. Total peserta yang mengikuti orientasi ini berjumlah 358 orang,” tutup Abdul Waris.(Adv)
Reporter: Agung Nugraha
Editor: Fadli Sukriani Melu














