HIMPUN.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo Sutriyani Lumula mengatakan, prevalensi TBC di Boalemo masih sangat tinggi.
“Dilihat dari angka prevalensi kita di Boalemo masih cukup tinggi. Dari tahun 2020 kita masih kurang lebih 287 kasus, kemudian 2021 naik 10 kurang lebih 297 kasus, artinya angka TBC kita masih sangat memprihatinkan,” kata Sutriyani.
Menurut Sutriyani, penyebab dari angka jumlah kasus TBC di Boalemo masih tinggi, karena ketidak patuhan masyarakat dalam minum obat.
“Tentu ini ada beberapa penyebab, salah satunya adalah tingkat kepatuhan dalam minum obat yang kurang dalam masyarakat kita,” ungkap Sutriyani.
Untuk menekan jumlah kasus TBC Di Boalemo, Dinas kesehatan kabupaten Boalemo punya solusi.
Adapun solusi dari Dinkes yaitu inovasi Sistem Informasi Mobile Pemantauan Menelan Obat TBC (Simpan Batu).
Inovasi Simpan Batu ini di Sosialisasikan di ruang rapat Dinas Kesehatan Boalemo, Jumat 7 Oktober 2022.
Tujuan dari pada Simpan Batu tersebut, untuk memastikan masyarakat dalam melakukan minum obat.
Kadis Sutri menerangkan, output dari pada lahirnya inovasi tersebut, untuk menurunkan jumlah angka kasus TBC di Kabupaten Boalemo.
Baca juga:Optimalkan Kesehatan Masyarakat, Dinkes Boalemo Hadirkan PMO Berbasis Digital
Sutri menuturkan, inovasi Simpan Batu akan di launching pada hari kesehatan Nasional.
“Insya Allah kita akan launching di hari kesehatan Nasional, tapi prosesnya ini sudah mulai jalan,” tutupnya.
Reporter: Abdurrahman Agunta















