HIMPUN,ID – Di tangan anak muda yang peduli, pengabdian bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan akar yang menghujam bumi. Itulah yang dibuktikan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Sosial Terpadu (KKS-T) IAIN Sultan Amai Gorontalo di Desa Helumo.
Aksi nyata mereka menanam 550 bibit pohon tidak hanya menghijaukan alam, tetapi juga memikat hati Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu.
Atas dedikasi luar biasa tersebut, Bupati Thariq memberikan penghargaan khusus kepada para “pejuang lingkungan” ini dalam pertemuan penuh kehangatan di Ruang Bappeda, Senin 2 Maret 2026.

Apresiasi ini berlandaskan data nyata. Melalui program Gerakan Agro Mopomulo (GAM), Desa Helumo mencatatkan angka penanaman tertinggi dalam sistem bank data pohon daerah.
“Alhamdulillah, di sistem bank data pohon, Helumo tercatat paling banyak dengan 550 pohon. Ini luar biasa! Program daerah Mopomulo bersinergi sempurna dengan strategi Kementerian Agama,” puji Thariq dengan nada bangga.
Sebagai bagian dari keluarga besar IAIN, Thariq menilai apa yang dilakukan mahasiswa di Helumo adalah manifestasi dari “Universitas Kehidupan”. Baginya, KKS-T adalah jembatan krusial yang menghubungkan teori akademik (normatifitas) dengan realitas sosial (historisitas).
“Kemampuan bersinergi di tengah ketegangan antara harapan dan kenyataan itulah ilmu yang paling mahal,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi yang mendalam, orang nomor satu di Bumi “Gerbang Emas” ini berkomitmen memberikan penghargaan secara personal kepada setiap mahasiswa, bukan sekadar kolektif. Thariq ingin setiap individu membawa pulang bukti otentik bahwa mereka telah memberikan “napas” baru bagi bumi Gorontalo Utara.

“Saya ingin tiap mahasiswa memegang piagam yang mencatat karya nyata mereka, agar bisa dibanggakan di kampus nanti,” tegas Thariq.
Khamsun Hidayat, atau yang akrab disapa Dayat selaku Bidang Humas Mahasiswa KKS-T mengungkapkan, motivasi mereka berakar pada misi kemanusiaan dan keberlanjutan. Namun lebih dari itu, mereka tergerak oleh rekam jejak kepemimpinan sang Bupati.
“Kami tahu betul jejak Bupati Thariq. Beliau adalah pemimpin yang selalu ingin memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagai terobosan program. Hal inilah yang memacu kami untuk turut andil mengimplementasikannya di lapangan,” ungkap Dayat penuh semangat.
Bagi Dayat dan rekan-rekannya, sosok Thariq Modanggu adalah teladan dalam mengeksekusi visi pembangunan.
“Keberhasilan beliau dalam membangun daerah adalah kebanggaan bagi kami sebagai mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo,” imbuhnya.
Penghargaan ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam. Bagi para mahasiswa, apresiasi dari sosok yang mereka sebut sebagai “Pemimpin Cerdas” ini menjadi amunisi dan bahan bakar tambahan untuk terus menebar manfaat di sisa masa pengabdian mereka di masyarakat.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu















