HIMPUN.ID – Meraih sebuah penghargaan adalah sebuah kebanggaan bagi sebagian besar orang pada umumnya, sebab menerima penghargaan terlebih dari seorang atasan sendiri, dapat menjadi spirit yang memotivasi seseorang untuk dapat berkarya dan berkinerja lebih baik.
Namun, hal ini berbeda dengan yang dirasakan oleh Kepala Dinas perdagangan, Perindustrian, koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Grace Mangosa, saat menerima penghargaan peserta terdisiplin pada gelaran mini retret oleh Pemda Gorut beberapa waktu yang lalu.
Menurut Grace, penghargaan terdisiplin yang berhasil diraihnya menjadi sebuah masalah, karena sebagai penerima penghargaan itu dirinya harus terus berusaha bagaimana menjaga predikat tersebut.
“Sebab kedisiplinan, adalah salam kinerja yang pertama dalam lima salam kinerja pemerintahan Bupati Thariq Modanggu dan Nurjanah Yusuf, yakni disiplin, bersih, produktif, bersinergi, dan bercahaya,” tutur Grace, Senin 18 Agustus 2025.
Namun kata Grace, dirinya memberi apresiasi atas pelaksanaan agenda mini retret oleh Pemda Kabupaten Gorut, meski agenda tersebut hanya dilaksanakan dalam kurun waktu dua hari.
“Jika bisa empat sampai dengan lima hari, tentu akan lebih baik. Namun, dalam waktu dua hari saja, sebagai pimpinan di tingkat dinas kita digembleng untuk belajar atau kuliah terkait karakter teman eselon dua dan tiga lainnya, tidak hanya pengetahuan tetapi soal sikap kita,” kata Grace.
Lebih lanjut Grace menjelaskan, dalam kehidupan sehari-hari, setiap melakukan sesuatu dirinya melakukan semua dengan tulus, sebab melakukan sesuatu dengan tulus maka tidak menghendaki dan tak berharap imbalan atau penghargaan, melakukan sesuatu kerja dengan tulus sudah menjadi sebuah kebiasaannya selama ini.
“Sehingga segala sesuatu yang saya kerjakan, diperintah atau tidak diperintah, dinilai atau tidak dinilai, dilihat atau tidak dilihat, dihargai atau tidak dihargai oleh atasan, bagi saya itu tidak penting,” jelas Grace.
Terpenting ungkap Grace, ketika dirinya melakukan sesuatu, baik urusan dinas, urusan keluarga, urusan pribadi, dan urusan usah dan bisnis, tetap dilakukan dengan tulus.
“Sebab dengan melakukan sesuatu dengan tulus, kita terhindar dan tak terbebani dengan apapun hasil yang kita peroleh. Lakukan dengan tulus, hasilnya biarlah orang lain yang menilai,” ungkap Grace.
Demikian pula kata Grace, saat lomba bintang vokalia tingkat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam rangka memperingati HUT Proklamasi RI ke 80 Tahun 2025 yang diadakan oleh Pemda Kabupaten Gorut beberapa hari yang lalu.
“Motivasi saya mengikuti kegiatan itu bukan untuk menjadi yang terbaik, namun untuk menyemarakan HUT Proklamasi RI ke 80 dan berkontribusi untuk menyukseskan program panitia. Tak disangka, saya malah diberi penghargaan peringkat pertama. Padahal, banyak teman-teman yang lebih hebat dalam olah vokal. Hal ini, faktor kemujuran saja ya,” kata Grace, sambil tersenyum.
Grace kemudian menghaturkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bupati Kabupaten Gorut Thariq Modanggu, yang telah memberikan penghargaan kepadanya, baik agenda mini retret maupun pada lomba bintang vokalia.
“Begitu pun kepada Ibu Nurjanah Yusuf selaku Wakil Bupati Kabupaten Gorut, terima kasih yang setinggi-tingginya saya ucapkan kepada beliau, demikian pula kepada panitia pelaksana mini Retret dan panitia peringatan HUT Proklamasi RI ke 80 tahun 2025 khususnya seksi kesenian,” ucap Grace.
Grace menambahkan, selaku Kadis Koperindagkop Kabupaten Gorut, keluarga dan pribadi, dirinya mengucapakan Dirgahayu RI Ke 80 tahun 2025, serta memuji kesuksesan pelaksanaan rakaian acara semarak kemerdekaan, hingga puncak pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih yang berjalan khidmat baru-baru ini.
“Anak anak paskibraka tampil memukau dan penuh percaya diri. Semoga momentum ini akan menjadi Spirit dalam mewujudkan 5 cita dan menunaikan 15 agenda 100 hari kerja dalam pemerintahan Bupati Thariq Modanggu dan Wabup Nurjana Yusuf.
Penulis: Mohamad Yusrianto Panu














