HIMPUN.ID – Polemik video viral anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa, yang dituding mencibir demonstran, dinilai oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa sebagai manuver politik yang sengaja diciptakan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu yang jauh lebih serius: dugaan praktik percaloan dalam rekrutmen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Paruh Waktu.
Politisi senior dari Partai NasDem ini menegaskan, fokus utama seharusnya adalah mengungkap sindikat calo yang ia yakini benar-benar ada dan merusak sistem pemerintahan.
Ridwan Monoarfa secara lugas menyatakan dukungannya terhadap Dheninda, yang diketahui lantang menyuarakan dugaan calo PPPK.
Ridwan melihat gestur kontroversial sang legislator muda itu sengaja dibesar-besarkan.
“Ini menurut saya pergeseran isu. Dini bicara soal calo PPPK, dan saya yakin itu ada. Saya sudah dapat laporan. Saya akan minta polisi untuk menyelidiki. Nanti pasti akan terungkap siapa orang-orangnya,” ungkap Ridwan Kamis 16 Oktober 2025.
Menurutnya, dugaan praktik jual beli jabatan PPPK adalah “anomali politik” yang lebih fatal dan pengkhianatan terhadap semangat bernegara yang bersih.
“Kalau ada yang menawari posisi PPPK, itu pelanggaran. Negara ini seharusnya menciptakan lapangan kerja, bukan menjualnya lewat calo,” tegas Ridwan. “Kalau orang mencari kerja saja masih diatur lewat calo, itu artinya kita sedang tidak bernegara dengan benar. Itu bukan semangat berbangsa.”
Ridwan menilai adanya dugaan kecemburuan dari para politisi senior.
“Soal respon masyarakat, kita terima dengan lapang dada. Tapi yang agak lucu itu, kalau sampai ada yang mengusulkan Dini harus mundur, itu lucu. Kelucuannya itu punya motif politik,” ujarnya.
Ridwan menyinggung profil Dheninda sebagai sosok muda dan perempuan yang berhasil meraih suara terbanyak pada Pileg 2024.
“Coba lihat, suaranya Dini itu terbesar. Anak muda loh. Sementara tokoh-tokoh besar malah lewat. Jadi kalau ada yang terus mencari-cari kesalahannya, ya itu bagian dari dinamika politik. Lawan-lawan politiknya pasti akan menyoroti setiap gerak-geriknya,” jelasnya.
Mengenai gestur yang menjadi perdebatan, Ridwan meminta publik untuk lebih fokus pada substansi kerja wakil rakyat.
“Politisi dinilai bukan dari gesturnya, tapi dari isi kepalanya, ide, argumen, dan komitmennya untuk rakyat,” tutup Ridwan.
Sebagai penutup, Ridwan Monoarfa menegaskan akan melindungi kader muda yang berani bersuara lantang demi kebenaran dan berkomitmen untuk memastikan aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan praktik percaloan PPPK di Gorontalo Utara.*














