HIMPUN.ID – Dugaan adanya Penolakan agenda audiensi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo terhadap PTKP HMI Cabang Gorontalo dianggap oleh Syawal Hamjati menjadi sinyal buruk bagi keseriusan pemerintah kota dalam menghadapi persoalan sampah yang semakin nyata di depan mata masyarakat.
Berdasarkan keterangan Syawal pada Selasa 17 Maret 2026, audiensi yang sebelumnya telah dijadwalkan secara resmi itu seharusnya menjadi ruang dialog terbuka untuk membedah fakta dan mencari solusi, namun justru diduga mendapat penolakan tanpa alasan yang substansial dari pihak DLH.
Padahal, Kabid PTKP HMI Cabang Gorontalo, Syawal Hamjati menjelaskan, pihaknya tidak sekadar datang dengan tangan kosong, melainkan telah menyediakan berbagai data hasil investigasi lapangan yang telah disiapkan secara lengkap untuk disampaikan kepada pihak dinas.
Namun, dengan tidak adanya ruang pertemuan dialog antara pihaknya dan DLH, Syawal menganggap, pihak DLH seakan menghindar dan mengabaikan fakta yang akan disajikan.
Syawal mengungkapkan, kondisi Kota Gorontalo sendiri tidak membutuhkan penjelasan panjang untuk membuktikan krisis yang terjadi. Adanya tumpukan sampah di berbagai ruas jalan kota, menurut Kabid PTKP HMI Cabang Gorontalo itu, terpampang jelas dan nyata adanya.
“Persoalan ini bukan sekadar wacana, melainkan realitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari. Hasil investigasi awal PTKP HMI Cabang Gorontalo bahkan telah mengidentifikasi sedikitnya sembilan titik yang dikategorikan sebagai zona merah darurat sampah di Kota Gorontalo,” ungkap Syawal.
Syawal pun memaparkan hasil investigasi yang ditemukan oleh pihak HmI Cabang Gorontalo dalam melakukan swiping sampah di wilayah kota. Pihaknya justru telah menemukan adanya dugaan kuat bahwa, kondisi sampah di lapangan, tidak sesuai realitas sebagaimana narasi disampaikan oleh pihak dinas.
“Ironisnya, sebelum temuan tersebut sempat dibahas secara serius dalam forum audiensi, kondisi di lapangan justru menunjukkan tanda-tanda yang semakin memprihatinkan. Tim investigator PTKP HMI Cabang Gorontalo telah beberapa kali melakukan swiping sampah di berbagai wilayah kota. Hasilnya menunjukkan kondisi yang sangat jauh berbeda dari narasi optimistis yang selama ini disampaikan oleh pihak dinas,” papar Syawal.
Bahkan, Syawal menyebut, dugaan adanya penumpukan sampah yang terus bertambah di berbagai ruas jalan.
“Swiping sampah telah kami lakukan di berbagai titik Kota Gorontalo. Ironisnya yang kami temui bukan seperti yang disampaikan oleh Kadis DLH bahwa timnya telah bekerja keras. Fakta di lapangan justru sebaliknya, titik sampah bukan berkurang tetapi semakin bertambah, hampir di semua ruas jalan sampah bergelatak dan menumpuk,” tambah Syawal Hamjati.
Lebih lanjut, Syawal memberikan pernyataan tegas atas narasi yang disampaikan pihak dinas. Menurutnya, sulit untuk dipercaya, karena diduga berbeda dengan fakta lapangan yang ditemukan.
“Tumpukan sampah yang terlihat di berbagai sudut kota menjadi bukti yang tidak bisa disembunyikan oleh narasi apa pun,” tegas Syawal.
Syawal juga menyayangkan sikap pemerintah Kota Gorontalo, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang diduga terlalu sibuk menyelenggarakan kegiatan seremonial dan tidak berdampak pada penyelesaian masalah lingkungan.
Tokoh Pemuda yang konsisten melakukan investigasi penanganan sampah itu mempertanyakan keseriusan pemerintah memahami kondisi daerah.
Syawal menegaskan, HMI tidak pernah main-main dalam mempresure persoalan publik, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.
“HMI tidak pernah main-main dalam mempresure persoalan ini. Jika pemerintah kota tidak serius membuka ruang dialog dan menyelesaikan persoalan sampah, maka kami akan mendorong masalah ini hingga ke tingkat pusat,” ujarnya.
Saat ini Bidang PTKP HMI Cabang Gorontalo diketahui tengah melakukan koordinasi dengan Bidang PTKP PB HMI untuk membawa persoalan sampah di Kota Gorontalo ke tingkat nasional.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan HMI dalam memastikan persoalan lingkungan di daerah agar tidak terabaikan begitu saja.
Syawal menyatakan, jika pemerintah daerah tidak mampu memberikan penjelasan dan solusi yang jelas kepada publik, maka sudah menjadi tanggung jawab moral organisasi mahasiswa untuk memastikan persoalan tersebut mendapat perhatian yang lebih luas.
“Karena bagi kami ini bukan sekadar kritik, ini adalah tanggung jawab moral untuk memastikan kota ini tidak terus tenggelam dalam persoalan sampah yang seharusnya bisa diselesaikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo, Lukman Kasim, saat dimintai tanggapan melalui via whatsaap, tidak banyak memberikan jawaban atas pernyataan yang disampaikan oleh Kabid PTKP HMI Cabang Gorontalo, Syawal Hamjati.
“Maaf, sy kurang tertarik dgn Opini ini. Yaa namanya opini…pasti tdk punya tujuan yg jelas. Ok mks,” ujar Lukman pada, Selasa, 17 Maret 2026.














