Example floating
Example floating
KHAZANAH

Mutiara Ramadhan: Antara Syukur Nikmat dan Rindu yang Belum Usai (Sebuah Renungan di Ujung Ramadhan)

0
×

Mutiara Ramadhan: Antara Syukur Nikmat dan Rindu yang Belum Usai (Sebuah Renungan di Ujung Ramadhan)

Sebarkan artikel ini
Misnawaty S Nuna
Foto:DP/Ilustrasi

Penulis : Misnawaty S. Nuna (Kepala Kemenag Kota Gorontalo)

HIMPUN.ID – Ramadhan adalah sebuah perjalanan ruhani yang mendidik jiwa menuju derajat ketakwaan.

Ketika hilal Syawal mulai membayang, muncul pergolakan batin dalam diri setiap mukmin.

Di satu sisi, ada kebahagiaan karena telah menyelesaikan kewajiban, namun di sisi lain ada kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan bulan penuh ampunan.

Akhir Ramadhan adalah momentum kontemplasi tentang keberhasilan spiritual dan kesehatan fisik yang telah diraih.

Fenomena “akhir Ramadhan” seringkali terjebak dalam euforia duniawi seperti persiapan mudik dan belanja, sehingga esensi itikaf dan peningkatan ibadah sering terabaikan.

Kita perlu mengingatkan kembali bahwa akhir Ramadhan merupakan fase kritis penentuan nasib spiritual seseorang.

Syukur atas kesempatan beribadah harus dibarengi dengan kekhawatiran apakah amalan tersebut diterima, yang kemudian memicu rasa rindu untuk kembali bertemu di tahun mendatang.

Kewajiban bersyukur di akhir masa puasa termaktub dalam QS. Al-Baqarah: 185:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullaaha ‘alaa maa hadaakum wa la’allakum tasykuruun

Artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Selain itu, harapan akan ampunan ditegaskan dalam hadits Nabi SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Man shaama Ramadhaana imaanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari).

Syukur di ujung Ramadhan adalah bentuk pengakuan atas “Hidayah Taufiq”, kemampuan yang diberikan Allah kepada kita untuk tetap istiqomah beribadah.

Kemenangan sejati adalah pada kembalinya jiwa kepada fitrah yang suci.

Syukur ini diwujudkan dengan lisan yang bertakbir dan tangan yang mengulurkan zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian sosial.

Secara biologis, puasa memicu proses Autofagi (pembersihan sel).

Para peneliti membuktikan bahwa saat lapar, tubuh mendaur ulang sel rusak menjadi energi.

Puasa juga mengistirahatkan pankreas, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mendetoksifikasi racun dalam darah.

Sebagaimana sabda Nabi:
صُوْمُوْا تَصِحُّوْا

Shuumuu tashihhuu

Artinya: “Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.”

Dari perspektif psikologi, Ramadhan adalah masa Cognitive Restructuring.

Ibadah yang rutin meningkatkan kadar Serotonin (hormon bahagia) dan menurunkan Kortisol (hormon stres).

Fokus dalam shalat dan zikir menciptakan ketenangan batin (inner peace).

Hal ini selaras dengan QS. Ar-Ra’d: 28:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوب

Alaa bi dzikrillaahi tathmainnul qulub

Artinya; “Ingatlah, hanya d mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Rindu di akhir Ramadhan adalah tanda hidupnya iman.

Para Salafus Shalih menangis saat Ramadhan berakhir karena mereka khawatir kehilangan atmosfir surga di bumi.

Kerinduan ini muncul dari kesadaran bahwa Ramadhan adalah waktu di mana pintu langit dibuka lebar.

Rasa rindu ini harus bertransformasi menjadi doa: “Ya Allah, sampaikanlah usia kami pada Ramadhan berikutnya.”

Akhir Ramadhan adalah garis start untuk kehidupan sebelas bulan ke depan.

Keberhasilan puasa diukur dari perubahan perilaku (istiqomah) setelah bulan ini berlalu.

Semoga kesehatan fisik dan kejernihan mental yang didapat menjadi modal untuk menjadi hamba yang lebih bertaqwa.

Ramadhan datang menguatkan hati mengajarkan sabar, kini ia akan pergi meninggalkan rindu yang dalam, semoga yang tersisa bukan hanya kenangan, tapi kebaikan yang akan terus kita jalankan.

Wallahu a’lam bish showaab

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *