HIMPUN.ID – Penjabat Bupati Boalemo, Hendriwan, berharap materi wawasan kebangsaan diimplementasikan oleh Siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu kata Hendriwan sebagai wujud tanggung jawab warga Negara, yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan karakter kebangsaan.
“Wawasan dan pengetahuan yang akan diperoleh dapat pula disaluran kepada teman-teman dan di lingkungan masing-masing,” pinta Hendriwan saat membuka kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa-siswi SMA sederajat se-Kecamatan Tilamuta, Selasa 5 Juli 2022.
Dijelaskan Hendriwan, wawasan Kebangsaan merupakan cara pandang wawasan bangsa Indonesia, tentang diri dan lingkungan yang didasari oleh falsafah cita-cita dan tujuan nasional.
“Namum sampai saat ini pemahaman wawasan kebangsaan dalam diri generasi muda dan pelajar masih kurang. Oleh karena itu, perlu adanya pemberian pemahaman akan wawasan kebangsaan pada generasi muda dan pelajar,” ungkap Hendriwan.
Wawasan Kebangsaan Merupakan Benteng
Dikatakan Hendriwan, dengan semakin kuat dan kokohnya pemahaman tentang wawasan kebangsaan, dapat menjadi benteng kokoh dari pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi dan informasi.
Hendriwan mengakui, kegiatan yang digagas Kesbangpol tersebut, dapat meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila UUD 1945.
“Dan Bhineka Tunggal Ika Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta memumpuk mental dan keberanian para generasi muda, dan pelajar untuk berkompetisi secara jujur dan sehat,” jelas Hendriwan.
Pada sosialisasi yang bertajuk “Menumbuhkan Kembali Kebangsaan Cinta Tanah Air, dan Ideologi Pancasila serta Jati Diri Bangsa,” itu Hendriwan berharap siswa dapat mengikuti sampai akhir.
“Saya berharap adik-adik siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, dan menyimak materi yang disampaikan secara seksama,” harap Hendriwan.
Hendriwan juga berharap, dengan terselenggaranya sosialisasi wawasan kebangsaan dapat menghasilkan generasi muda dan pelajar yang memiliki kecintaan terhadap Pancasila dan undang-undang 1945.
“Bangsa diperlukan adanya pemahaman dari generasi muda dan pelajar, tentang wawasan kebangsaan, karena setiap generasi muda harus memperoleh pengetahuan, serta mempelajari keahlian dan pengembangan karakter kebangsaan,” pungkas Hendriwan. (Adv)














