HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo memastikan pendistribusian Bantuan Pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) alokasi Juli hingga September 2026 berjalan transparan dan tepat sasaran. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung oleh Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, pada penyaluran bantuan di Aula Desa Lamahu, Kecamatan Bilato, Selasa 22 September 2026.
Dalam penyaluran tersebut, tercatat sebanyak 342 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Lamahu menerima alokasi bantuan beras. Masing-masing KPM memperoleh 10 kilogram beras per bulan, sehingga total bantuan yang diterima setiap keluarga mencapai 30 kilogram untuk rapel tiga bulan.
Wabup Tonny Junus menegaskan, intervensi pangan CPP merupakan instrumen strategis daerah dalam menstabilkan daya beli masyarakat serta menekan angka kemiskinan ekstrem di tingkat desa.
“Bantuan pangan merupakan upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan keluarga dan meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Kemudian juga, ini bertujuan untuk bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” ujar Tonny Junus.
Tonny Junus secara khusus menekankan kepada seluruh jajaran birokrasi di tingkat kecamatan dan desa agar tidak main-main dalam mengawal data penerima. Pihaknya menginstruksikan aparat pemerintah desa untuk menjaga kerapian administrasi dan memastikan bantuan fisik diterima langsung oleh warga yang berhak tanpa ada pemotongan.
“Penyaluran bantuan harus dilaksanakan secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan tertib administrasi. Para camat, pemerintah desa, serta pihak terkait diharapkan terus melakukan pengawasan agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegas Wabup Tonny.
Selain menyerahkan bantuan secara simbolis, Wakil Bupati Gorontalo mengimbau warga penerima manfaat untuk memanfaatkan pasokan beras tersebut secara bijak guna memenuhi kebutuhan gizi keluarga harian, sekaligus mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan mandiri melalui pemanfaatan pekarangan dan sektor pertanian lokal.(Adv)
Reporter: Agung Nugraha
Editor: Fadli Sukriani Melu














