HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo menekankan peran kader Posyandu untuk terlibat aktif dalam pengawasan dan pencegahan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang trennya tercatat mengalami peningkatan di daerah. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten Boalemo Tahun 2026 di Cabana Resort and Resto Bolihutuo, Rabu 20 Mei 2026.
Berdasarkan hasil penelusuran pemerintah daerah, maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Boalemo mayoritas dipicu oleh tekanan ekonomi keluarga, terutama akibat kepala keluarga yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Kader Posyandu harus ikut memonitor dan melakukan pencegahan terhadap kekerasan anak dan perempuan. Karena persoalan ini juga menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Lahmuddin.
Pelibatan kader Posyandu dalam isu sosial ini sejalan dengan implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mentransformasi fungsi Posyandu dari sekadar pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi pusat pelayanan lintas sektor berbasis siklus kehidupan.
Melalui Bimtek ini, Pemkab Boalemo mendorong sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan kader di lapangan agar Posyandu mampu menjadi benteng perlindungan masyarakat, baik dari sisi kesehatan fisik maupun keselamatan sosial di tingkat desa.(Adv)














