32.1 C
Jakarta
Selasa, Juli 16, 2024

Buy now

Komitmen Dinas Pangan Boalemo Terhadap Penanganan Stunting

HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo, berkomitmen menekan angka perkembangan kasus stunting di wilayah atau desa yang menjadi lokus stunting untuk tahun 2022.

Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya agenda “Review Kinerja Tahunan, Aksi Konfergensi dan Penanganan Pencegahan Stunting (Aksi 8)” yang melibatkan 6 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

6 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, Dinas Pangan Kabupaten Boalemo, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Boalemo, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boalemo, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Perhubungan, dan Pertanahan Kabupaten Boalemo, Dinas KB Kabupaten Boalemo, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo.

12 Desa Yang Menjadi Lokus Stunting Tahun 2022

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, ada 12 desa di Kabupaten Boalemo yang menjadi lokus stunting untuk tahun 2022, diantaranya yaitu :

1. Desa Mananggu
2. Desa Bajo
3. Desa Pentadu Timur
4. Desa Tapadaa
5. Desa Rumbia

Baca juga:Anas Jusuf Minta OPD Seriusi Penanganan Stunting
6. Desa Botumoito
7. Desa Potanga
8. Desa Dulangeya
9. Desa Dimito
10. Desa Bukit Karya
11. Desa Apitalau
12. Desa Towaya

Saat dikonfirmasi via Whatsapp, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Boalemo, melalui Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Ineke Hambali mengatakan, salah satu program dari Dinas Pangan Kabupaten Boalemo dalam hal mengatasi stunting adalah program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Dijelaskan Ineke Hambali, program P2L adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat, yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan, atau lahan kosong yang tidak produktif.

“Lahan tersebut dimanfaatkan sebagai tempat bertanam. Sehingga program ini dapat secara berkelanjutan menyediakan sumber pangan bagi masyarakat,” beber Ineke, Kamis 20 Januari 2022.

Hal tersebut, kata Ineke, sekaligus menjadikan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan serta pendapatan anggota kelompok masyarakat.

Baca juga:Khasiat Daun Mint untuk Kesehatan

Dikatakan Ineke, program “Pekarangan Pangan Lestari” sumber dananya bukan berasal dari dana APBD, melainkan dana APBN dan DAK non fisik.

“Program Pekarangan Pangan Lestari itu memang fokus pada lokus stunting. Hal tersebut sesuai petunjuk teknis dari Kementerian, dimana persyaratannya harus berada dalam satu kawasan,” terang Ineke

Data Kelompok Kegiatan P2L Tahun 2021

Untuk diketahui, pada tahun 2021, kelompok kegiatan yang telah dibentuk melalui program “Pekarangan Pangan Lestari” ini, berjumlah 15 kelompok dan tersebar di 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Boalemo.

Adapun data kelompok kegiatan “Pekarangan Pangan Lestari” tersebut, yakni :

1. Kelompok Sejahtera Desa Buti;
2. Kelompok Maju Bersama Desa Rumbia;
3. Kelompok Mawar Indah Desa Piloliyanga;
4. Kelompok Barito Jaya Desa Tangga Barito;
5. Kelompok Huyula Desa Dimito
6. Kelompok Wanita Jaya Desa Bualo
7. Kelompok Bukit Harapan Desa Bukit Karya
8. Kelompok Anggur Desa Limbatihu

Baca juga:Ingin Jantung Sehat? Yuk Konsumsi Kacang Merah!
9. Kelompok Permata Indah Desa Permata
10. Kelompok Maju Bersama Desa Saripi
11. Kelompok Mandiri Jaya Desa Sosial
12. Kelompok Pangan Sejahtera Desa Huwongo
13. Kelompok Makmur Setia Desa Suka Maju
14. Kelompok Kalimas Desa Dulupi
15. Kelompok D’Wisma Desa Tutulo (Adv)

Reporter: Arten Masiaga