HIMPUN.ID – Bupati Ismet Mile memberikan pesan yang menohok dalam pelaksanaan Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Alun-alun Bone Bolango, Kamis 16 April 2026. Di hadapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemimpin yang memiliki segudang pengalaman itu, secara tegas menyoroti pentingnya keseimbangan antara hak yang diterima dengan tanggung jawab yang ditunaikan.
Ismet Mile mengingatkan, integritas birokrasi sering kali diuji pada konsistensi para pegawainya dalam menjalankan Panca Prasetya Korpri di luar jam upacara. Orang nomor satu di jajaran Pemda Bonbol itu tidak ingin janji-janji setia kepada negara hanya menjadi “hiasan bibir” setiap tanggal 17, melainkan harus menjadi tindakan nyata di meja pelayanan publik.
Bupati menegaskan, kesejahteraan atau hak yang diterima oleh ASN bukanlah pemberian cuma-cuma, melainkan titipan amanah yang harus dibayar dengan disiplin dan loyalitas tinggi.
“ASN harus menyadari bahwa setiap hak yang diterima melekat kewajiban yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Disiplin, loyalitas, dan etos kerja adalah kunci dalam mewujudkan birokrasi yang dipercaya masyarakat,” tegas Ismet dengan nada instruktif.
Menurutnya, profesionalisme tidak diukur dari jabatan atau senioritas, melainkan dari sejauh mana seorang abdi negara mampu menjaga marwah integritasnya dalam melayani masyarakat secara transparan dan akuntabel.
Apel yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Risman Tolingguhu dan Sekretaris Daerah ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga staf teknis. Bupati berharap ada perubahan paradigma kerja pasca-apel ini, di mana ASN tidak lagi bekerja secara kaku, melainkan lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
“Panca Prasetya Korpri harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Setiap ASN harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kinerja sehari-hari, baik dalam pelayanan publik maupun dalam menjaga integritas sebagai aparatur negara,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama, membawa harapan besar agar birokrasi di Kabupaten Bone Bolango semakin bersih, melayani, dan jauh dari praktik-praktik yang merusak kepercayaan publik.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu














