HIMPUN.ID – Selasa, 27 Januari 2026 di Ballroom JI-EXPO Kemayoran menjadi momen penting bagi Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Deddy Abdul Hamid.
Di hadapan para pejabat tinggi negara, Deddy menerima piagam Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya yang diserahkan langsung oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar.

Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Di balik piagam tersebut, ada realitas yang kini dirasakan warga di pesisir dan pegunungan Bolsel: berobat gratis kini cukup bermodalkan KTP.
Keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi Pemkab Bolsel yang sejak tahun 2021 telah mengintegrasikan layanan kesehatan masyarakat ke dalam skema UHC.

Hasilnya pun konkret:
– Cakupan Kepesertaan: Saat ini hampir menyentuh angka 100%.
– Kemudahan Akses: Penghapusan hambatan administratif sehingga masyarakat tidak lagi dipersulit saat membutuhkan layanan medis darurat.

“Penghargaan ini adalah pengakuan atas upaya berkelanjutan kami dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang adil dan merata,” ujar Deddy Abdul Hamid.
Keberhasilan Bolsel mencerminkan tren positif di tingkat daerah dalam menerjemahkan kebijakan pusat menjadi aksi nyata. Namun, kesuksesan ini juga membawa tanggung jawab baru. Pemkab Bolsel kini tengah memfokuskan evaluasi pada:
1. Optimalisasi Sektor Informal: Mendorong pekerja mandiri untuk tetap aktif dalam kepesertaan.
2. Kepatuhan Pemberi Kerja: Memastikan sektor swasta mendaftarkan pekerjanya sesuai regulasi.
3. Kedisplinan Iuran: Mengatasi tunggakan dari kalangan masyarakat mampu untuk menjaga stabilitas program JKN.

Secara lebih luas, apa yang dicapai Bolsel merupakan bagian dari peta jalan pemerintah pusat dalam mewujudkan perlindungan kesehatan semesta di seluruh Indonesia. Dengan diraihnya UHC Award kategori Madya ini, Bolsel kini berdiri sebagai salah satu percontohan daerah yang mampu menyinergikan anggaran daerah dengan visi perlindungan kesehatan nasional.
Bagi masyarakat Bolsel, penghargaan ini adalah jaminan bahwa negara hadir di setiap puskesmas dan rumah sakit, memastikan tidak ada warga yang takut berobat hanya karena kendala biaya.(Adv)
Reporter: Marcelino Mahmud
Editor: Fadli Sukriani Melu














