HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) kembali menunjukan langkah strategis dalam mencanangkan percepatan pemerataan pembangunan wilayah.
Komitmen itu disampaikan langsung ke Pemerintah Pusat oleh Bupati Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid serta Ketua DPRD Ariffin Olii dalam audiensi bersama Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia, Rabu 4 Maret 2026, di Jakarta.
​
Di hadapan Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, serta jajaran Dirjen dan Direktur terkait, Bupati Iskandar memaparkan secara komprehensif kesiapan daerahnya untuk menjadi lokus Kawasan Transmigrasi Timur Tengah Ideal.
Orang nomor satu Bolsel ini tampil lugas menyajikan data potensi wilayah, mulai dari kesiapan lahan yang clean and clear, dukungan regulasi daerah, hingga rencana detail infrastruktur dasar.
Iskandar yang juga sebagai tokoh politik PDIP di Bolsel itu menegaskan, proyek ini tidak saja pemindahan penduduk, akan tetapi juga penciptaan ekosistem ekonomi baru yang akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat lokal.
​”Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan hadir hari ini bukan sekadar membawa gagasan, tetapi membawa kesiapan. Kami berdiri dengan komitmen yang kuat untuk memastikan bahwa pembangunan di wilayah Bolsel berjalan terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Iskandar dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, Pimpinan Bolsel ini menambahkan, penetapan kawasan tersebut adalah kunci untuk mengoptimalkan lahan produktif dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
​
Paparan tersebut mendapat respons positif dari pihak kementerian. Wamen Viva memberikan apresiasi tinggi terhadap keseriusan Pemda Bolsel dalam menyiapkan dokumen perencanaan yang matang.
​”Kementerian telah melakukan pendalaman teknis dan verifikasi lapangan. Ini adalah langkah awal yang konkret dalam mempercepat realisasi Kawasan Transmigrasi Timur Tengah Ideal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bolsel,” ujar Wamen, Viva Yoga Mauladi.(Infotorial)
Reporter: Marcelino Mahmud
Editor: Fadli Sukriani Melu














