HIMPUN.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo Utara, Ridwan Yasin, membuka kegiatan Musyawarah Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Gorontalo Utara (HPMI-GU) ke VIII, di Aula Gerbang Emas Kantor Bupati Kabupaten Gorontalo, Minggu (24/01/2020).
Musyawarah dalam rangka pergantian kepengurusan dari masa bakti 2013 sampai dengan 2014, ke kepengurusan masa bakti 2021 sampai dengan 2023 itu, dihadiri oleh Ikatan Alumni (IKA) HPMI-GU dan para kader organisasi cendekiawan tersebut.
Disela-sela sambutannya dalam acara pembukaan, Ridwan Yasin menerangkan, para pemuda yang tergabung dalam HPMI-GU, diharapkan dapat memanfaatkan momen-momen penting di daerah, khususnya didalam hal pembangunan.
“Kita tidak perlu merdeka lagi, kita sudah merdeka. Tetapi, bagaimana kita menangkap isu-isu untuk kemajuan Kabupaten Gorontalo Utara. Tadi juga Bung Hendra, sudah menyampaikan, ayo kita memajukan daerah ini dengan berbagai program kegiatan, dan tentunya dengan dorongan serta dukungan terhadap tugas pemerintah,” terang Sekda.
Dijelaskannya, berdasarkan pengamatannya selama dua tahun terakhir, sejak dirinya menjabat sebagai Sekda di Kabupaten Gorontalo Utara, peran pemuda di daerah itu sungguh luar biasa, namun hal itu belum terstruktur.
“Sehingga, melalui musyawarah besar ini, akan dilahirkan calon-calon pemimpin di HPMI-GU sendiri, dan juga calon-calon pemimpin daerah ini ke depan, untuk menggantikan kami yang sebentar lagi pensiun, saya tahun 2026 pensiun, jadi tidak lama lagi,” jelas Ridwan dihadapan peserta Mubes HMPI-GU ke VIII.
Ridwan menuturkan, sesuai dengan data kepegawaian di Kabupaten Gorontalo Utara, lebih sedikit putra-putri daerah, ketimbang putra-putri dari luar daerah Kabupaten Gorontalo Utara,
“Kalau saya tidak kembali ke Gorontalo Utara, kemungkinan besar Sekertariat Daerah dipimpin oleh sumber daya dari luar daerah. Sebenarnya, ketika itu saya tidak akan kembali ke sini, skopnya kecil, tapi karena terpanggil mengabdikan diri di kabupaten kelahiran ini, maka itu saya tidak pedulikan,” beber Ridwan.
Ia mengungkapkan, banyak pihak yang mempertanyakan alasannya untuk kembali mengabdi di Kabupaten Gorontalo Utara, termasuk Gubernur Gorontalo yang saat itu selaku pimpinannya di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo.
“Saya hanya menjawab, saya tidak susah di sana, dan akhirnya juga tidak susah, yang pasti ketika melakukan suatu perjuangan, pasti ada hambatan dan kendala yang dihadapi, kendala itu menjadi sebuah tantangan tersendiri yang harus kita hadapi, dan ketika kita berhasil darinya, maka itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri yang kita miliki,” ungkap Ridwan.
Imbuhnya, berangkat dari hal itu, ia mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, sangat mengapresiasi peran dari HPMI-GU, meskipun dalam perjalanan eksistensinya sempat terinformasi diwarnai oleh perbedaan-perbedaan pandangan.
“Perlu menjadi pegangan kita bersama, perbedaan pandangan merupakan sebuah rahmat dan modal besar, untuk menuju suatu tujuan yang kita cita-citakan bersama. Saya berharap, kedepannya untuk sekertariat HPMI-GU mendapat perhatian, ini merupakan kewajiban pemerintah, karena ini dapat melahirkan Sumber Daya Manusia yang nantinya akan memimpin daerah ini,” pungkasnya.
Reporter : Mohamad Yusrianto Panu














