Example floating
Example floating
DAERAHGorontalo

Fakta di Balik Video Viral Wahyudin Moridu, Pihak Bandara Djalaludin Pastikan Tidak Ada Potensi Bahaya

0
×

Fakta di Balik Video Viral Wahyudin Moridu, Pihak Bandara Djalaludin Pastikan Tidak Ada Potensi Bahaya

Sebarkan artikel ini
Kepala Bandara Djalaludin, Joko Harjani (tengah) saat konferensi pers. (Foto: himpun.id)

HIMPUN.ID – Pihak Bandara Djalaludin Gorontalo angkat bicara menanggapi viralnya video Wahyudin Moridu yang diduga mabuk saat akan naik pesawat pada 3 Juli 2025.

Kepala Bandara Djalaludin, Joko Harjani, menegaskan, berdasarkan pantauan petugas, penumpang tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda yang membahayakan keselamatan penerbangan.

Joko Harjani menjelaskan, setelah berkoordinasi dengan pihak maskapai, Wahyudin Moridu memang terkonfirmasi berangkat menggunakan salah satu maskapai penerbangan pada tanggal tersebut.

Namun, laporan dari petugas Avsec yang bertugas pada hari itu menyebutkan bahwa tidak ada indikasi potensi gangguan keselamatan penerbangan dari penumpang yang bersangkutan.

“Kami tidak menemukan adanya potensi yang mengganggu keselamatan. Kalau memang dia sempoyongan, itu kan potensi yang pasti akan kami larang,” terang Joko saat konferensi pers, Minggu 21 September 2025.

Joko menambahkan, petugas keamanan bandara telah beberapa kali membatalkan keberangkatan penumpang yang memang terbukti dalam kondisi mabuk. Tindakan ini merupakan bagian dari prosedur standar untuk memastikan keamanan semua orang di dalam pesawat.

Joko Harjani juga menjelaskan, petugas keamanan bandara, atau Avsec, selalu melakukan profiling terhadap semua penumpang. Profiling ini tidak hanya berlaku untuk orang yang diduga mabuk, tetapi juga bagi mereka yang mengonsumsi narkoba, memiliki kondisi medis tertentu, atau menunjukkan perilaku mencurigakan lainnya.

“Tidak hanya terhadap orang yang mabuk, kami juga melakukan profiling terhadap orang-orang yang mengonsumsi narkoba, orang sakit, ya kan. Kami juga harus berkoordinasi dengan petugas karantina kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, tanda-tanda fisik seperti bau alkohol dapat terdeteksi oleh petugas Avsec. Jika kondisi seseorang benar-benar mabuk berat, baunya pasti akan tercium.

Namun, dalam kasus Wahyudin Moridu, kondisi penumpang tersebut terpantau biasa saja dan tidak menunjukkan potensi bahaya.

Joko Harjani menegaskan, seluruh proses pemeriksaan penumpang dan barang di Bandara Djalaludin telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Regulasi ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

“Di dalam keputusan tersebut banyak sekali tentang aturan program keamanan penerbangan nasional. Khusus terkait pemeriksaan penumpang, ada di bab 8 tentang pengamanan penumpang dan bagasi kabin,” papar Joko.

Joko menambahkan, petugas Avsec melakukan profiling mulai dari area drop zone, saat check-in, hingga penumpang memasuki pesawat. Seluruh prosedur ini berpanduan pada Airport Security Program, dokumen wajib yang harus dimiliki oleh setiap bandara di Indonesia.

Pihak Bandara Djalaludin Gorontalo berkomitmen penuh untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan operasional penerbangan sesuai dengan regulasi yang ada. Semua petugas telah bekerja sesuai dengan SOP (Standar Operasi Prosedur) demi menjamin keamanan penerbangan.*

Reporter: Abd Wahit Isima

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *