Example floating
Example floating
PARIWISATA

Galian C di Dekat Wisata Hiu Paus Botubarani Dikeluhkan Warga, Ekosistem Laut Terancam

0
×

Galian C di Dekat Wisata Hiu Paus Botubarani Dikeluhkan Warga, Ekosistem Laut Terancam

Sebarkan artikel ini
2 alat berat excavator terparkir di galian c bagian Botubarani Barat (foto: himpun.id/Usman Anapia)

HIMPUND.ID –  Aktivitas penambangan galian C di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, menuai keluhan dari warga setempat.

Warga mengkhawatirkan dampak buruk aktivitas ini terhadap ekosistem laut, terutama kawasan wisata hiu paus yang menjadi ikon Gorontalo yang mendunia.

Pasang oleh ILHAM AMPO

Kepala Desa Botubarani, Irwan Lakoro, membenarkan adanya dua titik galian C di desanya.

“Di desa Botubarani ada dua titik Galian C. Yang pertama di Botubarani Timur, di sekitaran pangkalan 3-4 Hiu Paus. Kemudian di Botubarani Barat, yang di sini di belakang (Belakang Masjid),” jelas Irwan.

Lokasi galian C bagian Botubarani Barat. (Foto: himpun.id/Usman Anapia)

Menurut Irwan, galian C di Botubarani Timur sudah dua tahun tidak beroperasi karena izinnya telah berakhir.

“Dulu beroperasi dengan izin,” katanya.

Sementara itu, galian C di Botubarani Barat juga berhenti beroperasi sekitar enam bulan lalu karena kerusakan mesin penggiling batu (crusher).

Lokasi galian C Botubarani Timur (Foto: himpun.id/Usman Anapia)

Meski demikian, berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat dua unit alat berat ekskavator yang terparkir di lokasi galian C Botubarani Barat.

Selain itu, beberapa warga juga masih melakukan penambangan manual untuk batu pondasi.

Pengakuan Warga 

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan dampak negatif dari galian C tersebut.

Menurutnya, saat hujan, air keruh yang membawa material lumpur dan pohon langsung mengalir ke laut, mencemari area wisata hiu paus.

“Memang sangat berpengaruh. Jika air keruh tidak aman,” ungkapnya.

Warga tersebut menceritakan, empat bulan lalu, dampak galian C sangat terasa hingga membutuhkan waktu tiga hari untuk pemulihan kondisi air laut agar kembali jernih.

Hal ini membuat hiu paus merasa tidak aman dan mengganggu aktivitas wisata.

Warga berharap agar galian C di Desa Botubarani segera ditutup.

“Harapan kita, lebih bagus ditutup Galian C itu. Bukan saja dampak ke hiu paus, kita punya rumah-rumah juga kena,” keluhnya.

Sementara itu salah satu pemilik galian C saat dihubungi via telepon belum menjawab.*

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *