HIMPUN.ID – Komoditas unggulan Provinsi Gorontalo kini tak lagi sekadar menjadi penonton di pasar lokal. Melalui gelaran Harvest Festival (HARFEST) 2026 yang resmi dibuka di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo, Sabtu 12 September 2026, berbagai produk lokal unjuk gigi hingga menembus pasar internasional.
Salah satu lompatan signifikan ditunjukkan melalui penandatanganan simbolis akad ekspor komoditas kopi Liberika asal Kabupaten Gorontalo Utara yang resmi mengawali langkah menuju pasar Jepang.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo menyampaikan, pencapaian ekspor kopi Liberika tersebut menandai kesiapan komoditas daerah untuk tampil sebagai pemain di tingkat nasional hingga internasional.
Tak hanya sektor perkopian, HARFEST 2026 juga menampilkan lonjakan inovasi pada produk wastra khas Gorontalo. Kain tenun khas Gorontalo kini dipadukan secara artistik dengan sulaman Karawo serta teknik leaf up atau painting daun pada kain untuk menarik minat pasar modern yang terus berkembang.
Sebagai komitmen regenerasi perajin wastra, Dinas Pendidikan turut menggelar aksi Mo Karawo Kolosal yang melibatkan lebih dari 300 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mewariskan keahlian sulam Karawo kepada Generasi Z dan Generasi Alfa.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menilai perkembangan HARFEST dari tahun ke tahun memberikan dorongan nyata bagi perluasan ekosistem usaha. Selain produk kriya dan kuliner, kegiatan business matching pada HARFEST 2026 turut menjangkau sektor peternakan sapi yang berpotensi menyuplai kebutuhan daging di wilayah Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.
“Sektor swasta diharapkan dapat mengambil peran lebih besar sebagai penggerak utama dalam kegiatan usaha, sementara pemerintah memberikan dukungan dari belakang,” ujar Gusnar Ismail.
Gusnar Ismail menambahkan, keterlibatan UMKM pada HARFEST 2026 mengalami peningkatan dari 135 unit usaha pada tahun 2025 menjadi 165 unit usaha di area GPCC pada tahun ini.
Dukungan penuh juga mengalir dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Idrus M.Thomas Mopili, yang hadir didampingi Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie. Pimpinan Dewan yang akrab disapa Thomas itu menegaskan komitmen pengawalan regulasi dan anggaran bagi penguatan kemitraan UMKM, perbankan, dan pegadaian.
“Produk lokal harus terus kita dorong agar semakin dikenal dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Pemerintah, DPRD, dunia usaha, perbankan, dan seluruh stakeholder harus terus membangun kolaborasi agar UMKM kita semakin kuat dan berdaya saing,” tegas Thomas.(Adv)














