HIMPUN.ID – Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Gorontalo mulai berdampak serius pada ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo mendesak pemerintah daerah untuk segera menggelar operasi pasar murah di Kecamatan Batudaa dan Kecamatan Tabongo.
Desakan tersebut mengemuka saat Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, bersama Ketua Komisi I Fadli Poha dan rombongan anggota legislator melakukan peninjauan lapangan di Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, Minggu 6 September 2026.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Fadli Poha menegaskan, penanganan kemarau tidak boleh berhenti pada isu ketersediaan air bersih dan ancaman kebakaran semata. Pemerintah daerah diimbau mewaspadai potensi krisis pangan akibat ancaman gagal panen di sektor pertanian.

Fadli menyoroti munculnya fenomena perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai beralih ke bahan pangan alternatif seperti bitule sebagai indikasi awal menurunnya ketersediaan pangan pokok.
“Kalau sudah ada produksi bitule yang dijual, berarti sudah ada masyarakat yang mengonsumsi. Ini menunjukkan kekurangan pangan mulai muncul. Ini perlu menjadi perhatian pemerintah. Jangan sampai masyarakat yang terdampak kemarau juga semakin terbebani dengan kenaikan harga kebutuhan pokok,” tegas Fadli.
Guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi musim kemarau, Komisi I mendorong intervensi langsung Pemprov Gorontalo melalui penyediaan sembako terjangkau. Langkah ini akan dikawal langsung melalui pembahasan komisi, koordinasi dengan pimpinan dewan, hingga penyampaian rekomendasi resmi pada rapat paripurna DPRD.
Sementara itu, Kepala Desa Huntu, Said Suudi melaporkan, selain memicu ancaman gagal panen pada lahan pertanian warga, cuaca kering yang disertai angin kencang juga sempat memicu insiden kebakaran lahan di wilayahnya pada Jumat lalu.
Meski demikian, Said memastikan, untuk pemenuhan kebutuhan air bersih harian, warga Desa Huntu sejauh ini masih terjangkau dengan aman memanfaatkan fasilitas Pamsimas bantuan Pemprov Gorontalo serta jaringan PDAM.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu














