HIMPUN.ID – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone Bolango pada awal tahun 2026 menjadi alarm bagi jajaran Pemerintah Daerah. Hingga akhir Maret, capaian pendapatan terpantau masih jauh dari target yang ditetapkan, yakni baru menyentuh angka 21,75 persen.
Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) PAD dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang digelar di Ruang Rapat Sekda, Rabu 8 April 2026, Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengungkapkan data capaian secara transparan.
“Data hingga 31 Maret 2026 memperlihatkan, dari target Rp51,69 miliar, realisasi baru mencapai Rp11,24 miliar. Pajak daerah memang menunjukkan tren positif, namun belum cukup untuk menutup gap yang masih lebar,” tegas Iwan.
Iwan tidak menampik adanya titik lemah dalam struktur pendapatan daerah saat ini. Sekda Bonbol itu menyoroti sektor retribusi yang dinilai menjadi “titik paling rapuh” karena capaiannya yang sangat rendah, bahkan nihil di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kondisi ini memicu evaluasi tajam. Iwan menegaskan bahwa pola lama dalam penarikan retribusi tidak lagi efektif dan harus segera ditinggalkan. “Pemerintah daerah tidak ingin berjalan biasa saja. Optimalisasi PAD kini dipacu dengan strategi yang lebih tajam dan terukur,” imbuhnya.
Sebagai solusi konkret, Pemkab Bone Bolango menyiapkan strategi agresif untuk mengejar ketertinggalan target, di antaranya:
1. Akselerasi ETPD: Mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai secara masif melalui QRIS, e-billing, hingga e-retribusi guna menutup celah kebocoran dan meningkatkan transparansi.
2. Intensifikasi Pajak: Pembaruan basis data wajib pajak dan penagihan aktif terhadap tunggakan yang selama ini mengendap.
3. Berburu Sumber Baru Melirik potensi ekonomi kreatif, pariwisata, dan jasa lingkungan sebagai ladang PAD baru, serta mengoptimalkan aset daerah yang selama ini menganggur.
4. Reformasi Regulasi: Mempercepat penyesuaian Perda Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD) untuk mempermudah kepatuhan wajib pajak.
Langkah “gas penuh” ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan bagian dari transformasi keuangan daerah menuju sistem yang lebih modern dan akuntabel. Dengan digitalisasi, setiap rupiah yang masuk dipastikan tercatat dengan akurat.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango optimis, melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor, target PAD tahun 2026 dapat tercapai tepat waktu demi keberlangsungan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu














