HIMPUN.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki, menyarankan agar kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan Femmy Udoki (sapaan akrab) saat melaksanakan reses masa persidangan pertama tahun 2025-2026 di Desa Botubarani, Senin 27 Oktober 2025.
“Wisata Botubarani itu sudah mendunia. Bukan lagi wisatawan di dalam negeri, melainkan ada juga dari luar negeri. Oleh karena itu, perlu dilakukan penataan ruang usaha bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” ujar Femmy.
Selain mendorong sektor UMKM, Femmy juga meminta masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan kondisi lingkungan wisata yang sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
“Masyarakat sekitar juga harus bisa beradaptasi dengan mempersiapkan diri siapa tahu bisa belajar bahasa Inggris. Pelan-pelan torang meningkatkan pengetahuan berbahasa,” pintanya.

Femmy menekankan pentingnya pengembangan dan penjagaan Wisata Hiu Paus secara berkelanjutan.
“Saya minta wisata ini kita jaga dan dikembangkan melalui program-program Provinsi. Oleh karena itu, saya undang langsung dari Dinas Pariwisata di sini,” ungkapnya.
Menyikapi perhatian Femmy terhadap pengembangan wisata, Dani, seorang perwakilan masyarakat Botubarani, menyampaikan usulan terkait kendala kebersihan.
“Jadi ibu, kendala kami di sini sampah. Karena, meskipun kami membersihkan ini Wisata, banyak sampah yang dibawa arus dari laut sampai di pinggir pantai di sini. Kami minta untuk mengatasi sampah yang banyak, agar bisa difasilitasi transportasi sampah seperti truk atau Viar,” ungkap Dani.
Menanggapi usulan masyarakat tersebut, Femmy berkomitmen untuk menindaklanjutinya.
Femmy menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna mengakomodasi kebutuhan pengelola Wisata Hiu Paus, terutama untuk menjaga kebersihan lingkungan di kawasan Wisata Botubarani.















