23.5 C
Jakarta
Minggu, Juni 16, 2024

Buy now

Kepala BNPT: Penceramah Perlu Gelorakan Semangat Nasionalisme dan Patriotisme

HIMPUN.ID, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan, penceramah perlu menggelorakan semangat nasionalisme dan patriotisme.

Dengan demikian kata Boy Rafli Amar, keutuhan NKRI tetap terjaga, sehingga umat bisa menjalankan ibadahnya dengan khusuk dan tenang sebagai kewajiban pada Allah SWT.

“Jadi di samping membangun akhlak dan ketaqwaan umat kita terhadap Allah SWT, kita juga tidak boleh meninggalkan semangat nasionalisme dan patriotisme,” kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam siaran persnya, diterima himpun.id, Jumat 11 Maret 2022.

Kedepankan Semangat Nasionalisme

Diungkapkan Boy Rafli Amar, dengan mengedepankan semangat nasionalisme dan patriotisme, NKRI akan tetap utuh dan aman sebagai tempat bagi warga negaranya untuk menjalankan aktivitas kehidupan termasuk ibadah.

Baca juga:Akun Instagramnya Capai 60 Juta Followers, Raffi Ahmad: di Asia Itu Termasuk yang Besar

Baca juga:UPDATE Covid-19 di Indonesia 11 Maret 2022: 290 Orang Meninggal, Ketambahan 16,110 Kasus

Boy menegaskan semangat nasionalisme dan patriotisme akan menumbuhkan ukhuwah atau persaudaran dalam mewujudkan tujuan negara.

“Tujuan negara adalah melindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut serta mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Boy.

Semangat Nasionalisme KH Hasyim Asyari

Boy mencontohkan, semangat patriotisme dan nasionalisme telah diwariskan oleh ulama besar Indonesia seperti KH Hasyim Asyari sejak lahirnya NKRI. Dengan semangat itu, NKRI kokoh berdiri dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“KH Hasyim Asyari menggelorakan prinsip hubbul wathon minal iman, bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Ini yang perlu terus dipelihara dan dikembangkan,” tutur Boy.

Boy juga menekankan perlunya semangat rahmatan lil alamin, lebih diangkat ke permukaan.

“Bahwa Islam adalah rahmat bagi alam. Dengan keberadaan Islam akan memunculkan kedamaian bagi alam seisinya,” terang Boy.

Baca juga:Owner Investasi Bodong MAN Trader Diringkus Polisi

Boy prihatin dengan adanya oknum-oknum penceramah yang justru memantik disintegrasi sosial masyarakat. Oknum ini lebih mendorong semangat intoleransi dan radikalisme sehingga bisa menimbulkan perpecahan masyakarat.

“Kita harapkan jangan sampai penceramah merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara,” seru Boy.

Boy Rafli mengingatkan, untuk membuat tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam NKRI bukan hal mudah. Nyawa dan harta yang tak ternilai harganya disumbangkan para pendahulu termasuk para tokoh-tokoh agama.

Baca juga:Dalam Kasus Binomo, Whisnu: Kami Menduga ada Pelaku Lain di Luar IK

Boy mengungkapkan keberadaan oknum penceramah intoleran bukan sekadar isu, namun realitas.

“BNPT sudah mengamati dan mencermati narasi ceramah yang cenderung membangun semangat intoleran. Kita harapkan ini tidak berlanjut demi keutuhan sebagai bangsa, sehingga kita semua bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan khusuk,” terangnya. (Rls)

Redaksi
Redaksi
Tajam Melihat Dunia