HIMPUN.ID – Keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Bank SulutGo (BSG) ke Bank Tabungan Negara (BTN) memicu konflik baru.
BSG diduga telah melaporkan Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo, Nuryanto, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menuding pemindahan itu sebagai tindakan yang mengarah pada gratifikasi.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, merespons keras dugaan laporan tersebut.
Adhan menilai langkah BSG merupakan bentuk tekanan terhadap pemerintah kota.
“BSG mencoba menakut-nakuti pemerintah kota, seolah-olah pemindahan RKUD itu merupakan gratifikasi,” kata Adhan di Bandhayo Lo Yiladia, Ahad 10 Agustus 2025, dilansir lintaspost.id.
Menurut Adhan, tindakan ini tidak hanya mencerminkan hubungan yang tidak harmonis, tetapi juga menunjukkan ketidakmampuan BSG untuk bernegosiasi secara baik.
Adhan berpendapat, pemindahan RKUD adalah hal yang wajar dan sah secara hukum, yang juga pernah dilakukan oleh Pemprov Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.
Ancaman Pemindahan Aset Kantor Cabang BSG
Menanggapi laporan tersebut, Adhan tidak segan untuk memberikan ancaman balasan.
Adhan menyatakan Pemkot sedang mengevaluasi keberadaan kantor cabang BSG yang berdiri di atas lahan milik pemerintah kota.
Adhan menegaskan, Pemkot bisa mengambil alih aset tersebut jika BSG terus bersikap demikian.
Ancaman ini menjadi sorotan utama karena menunjukkan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.
Kekhawatiran BSG dan Dampaknya terhadap ASN
Adhan menduga kekhawatiran BSG dipicu oleh adanya sekitar 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Gorontalo yang memiliki kredit aktif di bank tersebut, dengan total pinjaman mencapai Rp 17 miliar.
Pemindahan RKUD dikhawatirkan dapat memengaruhi arus kas BSG dari cicilan kredit para ASN.
Sebagai penutup, Adhan menyampaikan, komunikasi yang konstruktif seharusnya menjadi solusi, bukan pelaporan ke ranah hukum.
“Sikap seperti ini justru memperpanjang masalah,” ujarnya.
Konflik ini kini menempatkan hubungan antara Pemkot Gorontalo dan BSG di persimpangan jalan, dengan kedua belah pihak menunjukkan sikap yang kian tegang.*














