HIMPUN.ID – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Gorontalo resmi memperluas cakrawala pembinaannya. Tidak lagi hanya fokus pada keterampilan kepanduan konvensional, Pramuka Gorontalo kini bertransformasi menjadi “laboratorium” pendidikan politik bagi generasi muda.
Langkah strategis ini ditandai dengan pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing (Mabisaka) dan Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka) Adhyasta Pemilu masa bakti 2026–2031 oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarda Gorontalo di Sekretariat Kwarda, Senin 16 Februari 2026.
Hadirnya Saka Adhyasta Pemilu bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus informasi dan kerentanan pemilih pemula terhadap manipulasi politik, Pramuka mengambil posisi sebagai benteng pertahanan integritas.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Gorontalo, Sofyan Puhi menegaskan, pembentukan saka ini adalah upaya konkret memperkuat peran Pramuka dalam pembangunan demokrasi nasional.
“Saka Adhyasta Pemilu akan menjadi mitra strategis Bawaslu. Melalui wadah ini, kita membentuk generasi muda yang sadar hukum dan berintegritas untuk menjaga kualitas serta integritas proses demokrasi,” ujar Sofyan.
Momentum pelantikan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kwarda Gorontalo dan Bawaslu Provinsi Gorontalo. Kolaborasi ini bertujuan untuk menanamkan budaya politik yang sehat sejak dini.
Ketua Mabisaka yang baru dilantik, Idris Usuli, menyatakan komitmennya untuk segera tancap gas. Fokus utamanya adalah membekali anggota Pramuka dengan kemampuan:
1. Menangkal Berita Bohong (Hoaks): Mengedukasi anggota agar tidak mudah terprovokasi informasi palsu terkait pemilu.
2. Budaya Anti-Politik Uang: Menanamkan karakter bahwa integritas suara tidak bisa dibeli.
3. Pengawasan Partisipatif: Menjadikan Pramuka sebagai mata dan telinga Bawaslu di tingkat akar rumput.
Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga dalam acara tersebut menunjukkan, pendidikan politik bagi pemuda adalah tanggung jawab kolektif.
Dengan pengukuhan ini, Kwarda Gorontalo mempertegas posisi Gerakan Pramuka bukan hanya sebagai organisasi kepemudaan biasa, melainkan pilar penting dalam menjaga tata kelola kepemiluan yang akuntabel dan bermartabat di Provinsi Gorontalo.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu














