Example floating
Example floating
Pemda Gorontalo

Sekda Sugondo Pimpin Rapat Strategis Percepatan Proyek Pertanian Terpadu UPLAND

0
×

Sekda Sugondo Pimpin Rapat Strategis Percepatan Proyek Pertanian Terpadu UPLAND

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, saat memimpin rapat koordinasi terkait percepatan pelaksanaan Proyek UPLAND untuk bidang pertanian yang berlangsung di Rumah Makan (RM) Orasawa, Sabtu 23 Mei 2026 (Foto: Himpun.id/Agung Nugraha).

HIMPUN.ID Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, memimpin rapat koordinasi terkait percepatan pelaksanaan Proyek UPLAND untuk bidang pertanian yang berlangsung di Rumah Makan (RM) Orasawa, Sabtu 23 Mei 2026.

Langkah ini diambil setelah Pemerintah Kabupaten Gorontalo menerima dana hibah sebesar kurang lebih Rp1,7 miliar dari Kementerian Pertanian RI, namun hingga saat ini progres fisiknya di lapangan belum berjalan.

Sekda Sugondo Makmur menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memacu seluruh tahapan pekerjaan mengingat batas waktu pelaksanaan program yang sangat terbatas.

“Oleh karena itu, saya sebagai Sekretaris Daerah akan mempercepat pekerjaan ini, karena ini hanya sampai di bulan September,” ungkap Sekda Sugondo.

Sementara itu, Project Manager Kementan, Mohamad Ihwan menjelaskan, UPLAND (The Development of Integrated Farming System in Upland Areas) merupakan program pengembangan sistem pertanian terpadu di dataran tinggi yang digagas oleh Kementerian Pertanian RI bersama lembaga keuangan internasional, International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Islamic Development Bank (IsDB).

Program strategis ini didanai melalui skema pinjaman luar negeri dan hibah yang dikelola langsung oleh Kementerian Pertanian.

“Proyek ini bertujuan meningkatkan produktivitas, pendapatan petani, dan ketahanan pangan melalui dukungan infrastruktur, teknologi modern, dan akses pasar ekspor,” jelas Mohamad Ihwan.

Lebih lanjut, Ihwan menerangkan, dari total ratusan kabupaten yang ada di Indonesia, hanya ada 14 kabupaten yang terpilih mendapatkan program ini, termasuk salah satunya Kabupaten Gorontalo. Program tersebut menerapkan sistem pertanian terpadu dari hulu hingga hilir (on-farm hingga off-farm) yang berfokus pada modernisasi, peningkatan produktivitas, serta kesejahteraan petani di kawasan dataran tinggi.

Mengingat pentingnya program ini, pihak Kementan berharap Pemerintah Kabupaten Gorontalo dapat memaksimalkan sisa waktu yang ada agar asas manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sektor pertanian setempat.

“Ini sudah berjalan sejak tahun 2021-2026. Ini tahun terakhir, sayang sekali kalau tidak diambil. Kami berharap bisa selesai untuk Kabupaten Gorontalo,” tandasnya.(Adv)

Reporter: Agung Nugraha
Editor: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *