25.6 C
Jakarta
Sabtu, April 13, 2024

Buy now

LKS Harapan Gorut Observasi di Tomilito, Pastikan Lansia Terdampak Banjir

HIMPUN.ID – Guna memastikan berapa banyak masyarakat Lanjut Usia (Lansia), yang terdampak banjir, serta untuk memastikan kondisi kesehatannya, Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Harapan Kabupaten Gorontalo Utara, Abdull Azis D. Latif, bersama pendamping sosial lansia, Ednan Abas, melakukan observasi terhadap masyarakat Lanjut Usia (Lansia) di Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara.

Observasi yang dilaksanakan setelah pasca terjadinya banjir di Kecamatan Tomilito, Minggu (31/01/2021) itu, menyasar sejumlah desa di Kecamatan Tomilito seperti, Desa Bubode, Desa Leyao, Desa Milango, dan Desa Jembatan Merah.

“Sesuai data yang kami dapat, dimana terdapat 94 orang masyarakat Lansia yang terdampak banjir, yang tersebar diantaranya Desa Bubode, Kecamatan Tomilito, berjumlah 30 orang di dusun Helumo dan Mohulo,” ungkap Nanang Latif, Selasa (02/02/2021).

Sementara untuk Desa Leyao kata Nanang, berjumlah 19 orang yang tersebar di Dusun Ato Pusat dan Dusun Ato Bawah, dan untuk Desa Milango berjumlah 33 orang yang tersebar di dusun Milango Atas, Milango Bawah, dan dusun Milango Tengah.

“Sedangkan untuk Desa Jembatan merah berjumlah 12 orang, yang tersebar di Dusun Oranye dan Dusun Gunung Potong. Sehingga jumlah total keseluruhannya adalah 94 orang,” kata Nanang.

Dijelaskannya, selain memastikan kondisi kesehatan para lansia tersebut, LKS Harapan juga akan segera mengirimkan, data-data ke Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Advertisement

“Agar para lansia yang terdampak bencana alam banjir ini, mendapat bantuan sosial, untuk itu mari kita doakan bersama-sama, agar bantuan untuk mereka itu segera direalisasi, sehingga beban mereka akibat dari bencana banjir ini menjadi ringan,” jelasnya.

Imbuhnya, dengan melihat kondisi alam saat ini yang memungkinkan, akan adanya banjir susulan lagi, maka kami berharap agar dibangun tenda untuk tempat pengungsian.

“Sebab waktu terjadi banjir kemarin, para warga hanya mengungsi ke Masjid. Bahkan, masih banyak juga yang tetap bertahan di rumah mereka masing-masing,” tutupnya.

Reporter : Mohamad Yusrianto Panu

Advertisement

Advertisement
Redaksi
Redaksi
Tajam Melihat Dunia