HIMPUN.ID – Di tangan Misnawaty S. Nuna, wajah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo kini tak lagi sekadar deretan meja kerja dan tumpukan berkas.
Sosok perempuan pertama yang menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag di kota ini sukses menyulap sudut lahan sempit instansinya menjadi hijau melalui budidaya sayuran hidroponik. Hal ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program Ekoteologi Kementerian Agama RI.
Langkah ini bukan sekadar tren urban farming biasa. Misnawaty ingin membuktikan bahwa keterbatasan lahan perkotaan bukanlah penghalang bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menjalankan misi langit, yakni menjaga kelestarian bumi.
Bagi Misnawaty, setiap helai daun sayur yang tumbuh di instalasi hidroponik tersebut adalah manifestasi dari hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.
Misnawaty menegaskan, kesadaran lingkungan harus ditarik ke ranah spiritual agar menjadi tanggung jawab moral yang mendalam.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran ekologis sebagai bagian dari ibadah. Merawat lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari pengamalan ajaran agama,” terang Misnawaty, Selasa 6 Januari 2026.
Program ini didesain sebagai media edukasi bagi seluruh pegawai dan masyarakat yang berkunjung. Dengan sistem yang efisien air dan bebas pencemaran tanah, Kemenag Kota Gorontalo memberikan contoh nyata bagaimana teknologi bisa berpadu dengan etika agama dalam menciptakan gaya hidup berkelanjutan.
Misnawaty berharap inovasi ini tidak berhenti di lingkungan kantor saja. Misnawaty ingin semangat “pelestarian ciptaan Tuhan” ini dibawa pulang oleh setiap ASN ke rumah masing-masing, menciptakan efek kepedulian lingkungan di seluruh penjuru Kota Gorontalo.
“Semoga langkah ini menginspirasi seluruh ASN dan masyarakat untuk lebih peduli pada kelestarian bumi,” pungkasnya dengan optimis.*














