HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung yang menerjang Kecamatan Tibawa.
Melalui Dinas Sosial, pemerintah daerah menyalurkan bantuan tanggap darurat serta melakukan asesmen langsung terhadap 22 unit rumah warga yang terdampak, Rabu 11 Feberuari 2026.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Ariyanti Katili, menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan prioritas utama untuk memastikan perlindungan sosial berjalan efektif.
“Kehadiran kami adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk memastikan warga tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah ini. Fokus utama saat ini adalah perlindungan sosial bagi korban,” tegas Ariyanti.
Berdasarkan data Dinas Sosial, dampak kerusakan tersebar di empat desa dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Berikut adalah rincian data rumah terdampak:
1. Desa Datahu: 3 rumah rusak parah, 1 rusak ringan.
2. Desa Isimu Raya: 2 rumah rusak parah, 9 rusak ringan.
3. Desa Isimu Selatan: 1 rumah rusak parah, 2 rusak sedang, 3 rusak ringan.
4. Desa Dunggala: 1 rumah rusak ringan.
Untuk rumah dengan kategori rusak ringan, masyarakat setempat telah melakukan perbaikan secara gotong royong.
Sementara itu, bantuan pemerintah diprioritaskan bagi 7 unit rumah rusak berat dan 5 unit rumah rusak sedang yang belum sempat diperbaiki. Bantuan yang disalurkan meliputi terpal, family kit, hingga kasur lipat.
Selain menyalurkan bantuan logistik berupa terpal, family kit, dan kasur lipat, Pemkab Gorontalo tengah mengupayakan solusi jangka panjang untuk perbaikan fisik rumah.
Mengingat belum adanya regulasi khusus terkait dana bantuan perbaikan rumah di tingkat kabupaten, Dinas Sosial menempuh jalur kolaborasi lintas sektor.
Ariyanti telah menginstruksikan para Kepala Desa untuk segera menyusun proposal perbaikan rumah bagi warga terdampak.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD serta pemerintah provinsi dan BAZNAS agar proposal masyarakat dapat segera ditindaklanjuti. Prinsipnya, kami akan berupaya maksimal mencari solusi bagi rumah warga yang rusak,” pungkas Ariyanti.*














