HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo resmi memutus rantai birokrasi yang panjang bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas. Melalui kolaborasi antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bersama BKPSDM, status kependudukan para pensiunan kini berubah secara otomatis tepat saat mereka mengakhiri masa dinas.
Terobosan ini membuat para purna bakti tidak perlu lagi meluangkan waktu dan tenaga untuk mengantre di kantor sipil demi memperbarui kolom pekerjaan pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK).
Secara simbolis, dokumen kependudukan dengan status terbaru tersebut mulai diserahkan pada momentum Apel KORPRI, Februari 2026.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menegaskan, langkah ini adalah komitmen daerah dalam memuliakan para pensiunan yang telah lama mengabdi.
“Ini adalah bentuk penghargaan kami. Begitu pensiun, dokumen kependudukan langsung menyesuaikan secara otomatis. Pensiunan tidak perlu lagi direpotkan dengan urusan administrasi yang berulang atau harus bolak-balik ke kantor sipil,”ujar Bupati Sofyan Puhi, Kamis 12 Februari 2026.
Integrasi data antara BKPSDM dan Dukcapil ini bertujuan untuk menyinkronkan data secara real-time. Dengan perubahan status yang instan, para ASN purna tugas dapat langsung menggunakan dokumen tersebut untuk keperluan administrasi lainnya, seperti urusan perbankan atau layanan kesehatan, tanpa kendala data pekerjaan yang tidak sinkron.
Selain inovasi alih status tersebut, kepedulian Pemkab Gorontalo juga menyentuh aspek jaminan sosial. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan santunan dari PT. Taspen kepada ahli waris ASN yang telah meninggal dunia sebagai bentuk pemenuhan hak atas pengabdian yang telah diberikan.
Inovasi ini menjadi bukti nyata transformasi pelayanan publik di Kabupaten Gorontalo yang mulai bergeser ke arah birokrasi yang terintegrasi.
Prinsip pelayanan cepat, tepat, dan humanis tidak lagi hanya menjadi slogan, melainkan solusi nyata untuk menghilangkan hambatan administratif yang selama ini sering dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya para pensiunan.(Adv)














